Dinkes Lhokseumawe Edukasikan Bahaya Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

/ Rabu, 01 Mei 2024 / 07.33.00 WIB
Tanda-tanda dan gejala kolesterol tinggi 

POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE  -- Bahaya kolesterol tinggi dapat timbul akibat kebiasaan tidak sehat yang mungkin sering Anda lakukan, seperti mengonsumsi makanan berlemak dan jarang berolahraga. Jika kolesterol tinggi ini tidak ditangani, maka akan berisiko mengalami gangguan kesehatan serius, seperti serangan jantung dan stroke.

Kolesterol adalah sejenis zat lemak yang terdapat di aliran darah. Tubuh sebenarnya memerlukan zat ini agar organ-organ di dalamnya berfungsi dengan baik. Namun, jumlah kolesterol ini harus dijaga agar tetap berada dalam kadar yang tepat. Jika berlebihan, kolesterol justru dapat menghambat aliran darah dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Safwaliza melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Cut Fitri Yani SKM kepada Poskota belum lama ini di diruang kerjanya.

Menurut Kabid Kesmas ini, Kolesterol umumnya terbagi menjadi beberapa jenis dan masing-masing memiliki kadar normal yang berbeda. Kadar kolesterol ini bisa diketahui melalui pemeriksaan atau cek kolesterol secara rutin, setidaknya setiap empat tahun sekali.

Berikut ini adalah beberapa jenis kolesterol yang ada di dalam tubuh: High-density lipoprotein (HDL) HDL dikenal sebagai kolesterol baik, karena berperan dalam membawa kolesterol berlebih keluar dari tubuh, baik melalui urin, tinja, maupun keringat. Kadar HDL yang normal adalah 60 mg/dL.

Semakin tinggi kadar HDL dalam tubuh, maka akan semakin baik bagi kesehatan. Sebaliknya, Anda perlu waspada jika pemeriksaan kolesterol menunjukkan kadar HDL berada di bawah 40 mg/d.

Low-density lipoprotein (LDL). Kadar LDL yang aman adalah di bawah 100 mg/dL. Berbeda dengan kadar HDL yang semakin tinggi semakin baik, jumlah LDL yang tinggi justru dapat meningkatkan risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Oleh sebab itu, kolesterol ini juga disebut sebagai kolesterol jahat.

Trigliserida. Selain HDL dan LDL, ada salah satu jenis lemak yang disebut trgliserida. Dalam tubuh, trigliserida ini dibawa oleh VLDL (very low-density lipoprotein), dan merupakan jenis kolesterol yang terbanyak di dalam tubuh.

Kadar trigliserida normal adalah di bawah 150 mg/dL. Jika jumlahnya berlebihan, trigliserida dan LDL dapat menumpuk di dalam pembuluh darah, sehingga menyebabkan hambatan aliran darah. Inilah alasannya mengapa LDL dan trigliserida kadarnya harus dijaga agar tidak terlalu tinggi.

Bahaya Kolesterol Tinggi, Meningkatnya kadar kolesterol dalam darah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jarang berolahraga, sering mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi, merokok, memiliki berat badan berlebih (obesitas), hingga menderita diabetes. Tanpa penanganan yang tepat, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko Anda mengalami berbagai masalah kesehatan, di antaranya:

1. Serangan jantung, Jumlah kolesterol yang terlalu banyak di dalam darah dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras atau menyempit (aterosklerosis). Jika aliran darah menuju jantung terganggu, maka dapat menyebabkan penyakit jantung. Apabila tidak diobati, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, yaitu serangan jantung.

3. Stroke, Jika penyempitan terjadi di pembuluh darah otak, maka fungsi otak akan terganggu. Fungsi otak yang terganggu akan berdampak buruk pada kemampuan berpikir, daya ingat, dan kondisi mental. Lebih parahnya lagi, kondisi ini juga dapat mengakibatkan stroke.

3. Penyakit arteri perifer, Penyakit arteri perifer merupakan penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan kolesterol di pembuluh darah arteri pada tungkai atau lengan, sehingga menimbulkan beberapa keluhan, seperti nyeri, kram, hingga mati rasa.

Keluhan ini umumnya dirasakan saat tubuh melakukan beragam aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, berlari, atau mengangkat sesuatu. Penyakit arteri perifer juga dapat menyebabkan lengan dan tungkai terlihat pucat, teraba dingin, sering kesemutan, dan luka yang sulit sembuh.

4. Batu empedu, Dalam sistem pencernaan, kolesterol dibutuhkan untuk memproduksi cairan empedu. Nah, cairan empedu ini berfungsi untuk mencerna lemak dan menyerap nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi.

Namun, jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, maka dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu, ungkap Cut Fitri Yani SKM. (ADV)

Komentar Anda

Terkini: