POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Suasana sore di Lapangan Merdeka Simataniari, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, terasa berbeda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik derap langkah tegap Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tersimpan kisah pilu namun menggetarkan hati tentang Kevin Silaban, seorang remaja yang harus memilih antara larut dalam duka atau tetap menjalankan amanah negara.
Kevin, yang dipercaya sebagai Komandan Pleton (Danton) Paskibraka Lintongnihuta, kehilangan ayahandanya, Ramot Silaban (59), tepat sehari sebelum ia menjalankan tugas mulia. Ramot menghembuskan napas terakhir di rumahnya, Desa Siponjot, Minggu (17/8/2025) malam.
Namun, bukannya terhenti oleh kabar duka, Kevin justru memilih melanjutkan langkahnya. Dengan wajah tegar, ia tetap berdiri di barisan terdepan, memimpin rekan-rekannya mengibarkan Sang Saka Merah Putih.
Sebelum berangkat menuju lapangan upacara, Kevin sempat berdiri khidmat di hadapan jenazah ayahnya. Dengan sikap hormat, ia memberikan penghormatan terakhir, seolah berkata dalam diam bahwa tugas ini bukan hanya untuk bangsa, tetapi juga untuk mengenang perjuangan sang ayah.
“Kevin sempat menundukkan kepala di samping peti ayahnya. Ia lalu berangkat dengan penuh keyakinan. Itu momen yang sangat mengharukan,” ungkap seorang kerabat keluarga.Dan benar saja, ketika bendera Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, sorot mata Kevin yang berkaca-kaca tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Namun, langkahnya yang tegap membuat semua mata tertuju padanya.
Bupati Humbahas Turut BerdukaKisah Kevin sampai ke telinga Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH. Usai upacara, Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menyambangi rumah duka. Turut hadir Ketua TP PKK Humbahas, Ny. Erma Oloan P. Nababan, anggota DPRD Jamonang Nababan, Sekda Chiristison Rudianto Marbun, Camat Lintongnihuta Ronald Nababan, serta para pimpinan OPD.
Dengan penuh empati, Bupati Oloan menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbahas, kami berduka yang sedalam-dalamnya. Ananda Kevin menunjukkan teladan luar biasa: tetap menepati janji dan menjalankan tugas mulia meski sedang kehilangan orangtua. Ini bukan sekadar keberanian, tapi pengabdian sejati,” ujar Bupati.
Ketua TP PKK, Ny. Erma Oloan P. Nababan, menambahkan kata-kata penguatan.
“Luar biasa komitmenmu, Kevin. Di balik duka, kamu tetap memilih berdiri tegak. Semoga keluarga tabah, saling menguatkan, dan yakinlah Tuhan punya rencana indah,” ucap Erma dengan mata berkaca-kaca.
Sorotan Publik dan Inspirasi Generasi Muda
Usai upacara penurunan bendera, Kevin bersama seluruh anggota Paskibraka, TNI–Polri, dan unsur kecamatan berbondong-bondong melayat ke rumah duka. Kehadiran mereka membuat suasana semakin haru.
Banyak warga menilai sikap Kevin sebagai cerminan nilai perjuangan yang sesungguhnya. Di tengah kehilangan besar, ia tetap menjunjung tinggi tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air.
“Jarang ada pemuda yang sekuat ini. Dia bisa saja memilih tinggal di rumah menemani keluarganya, tapi dia memilih menepati janji untuk mengibarkan Merah Putih. Itu pengorbanan yang tak ternilai,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.
Bagi Kevin, peristiwa ini mungkin akan menjadi luka yang tak pernah hilang. Namun di sisi lain, ini juga menjadi warisan keteladanan yang akan selalu dikenang. Di pundaknya, tidak hanya ada tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga harapan masyarakat bahwa generasi muda Indonesia sanggup memikul tanggung jawab, bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun.
Di balik kesedihan keluarga Silaban, terselip kebanggaan: sang ayah berpulang dengan meninggalkan jejak anak yang tegar, berdedikasi, dan menjadi inspirasi.
Kisah Kevin Silaban bukan sekadar cerita duka dari sebuah desa di Sumatera Utara. Ia adalah simbol, bahwa semangat Merah Putih sejatinya hidup dalam setiap anak bangsa yang berani menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, meskipun harus menahan perih kehilangan seorang ayah . (PS/BN)



