POSKOTASUMATERA.COM– TAPSEL – Senyum haru dan mata berbinar penuh semangat terlihat jelas dari wajah para pengurus baru National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tapanuli Selatan. Di aula Dinas Pariwisata Tapsel, Selasa (2/9/2025), mereka resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030, sebuah momen yang bukan hanya peresmian organisasi, tetapi juga awal dari perjuangan panjang membangun prestasi atlet disabilitas.
Bagi Masdar Siregar, S.Pdi, yang kini dipercaya memimpin sebagai Ketua NPCI Tapsel, pelantikan ini terasa lebih dalam dari sekadar seremonial. Bersama Roni Tua Siregar, S.Pd sebagai Wakil Ketua, Rizki Nauli Harahap sebagai Sekretaris, dan Nuryaningsih S.Pd M.Pd sebagai Bendahara, ia membawa harapan besar: menjadikan olahraga sebagai ruang inklusi, kemandirian, dan kebanggaan bagi para atlet penyandang disabilitas.
Di balik suasana khidmat, kehadiran pejabat daerah turut menguatkan tekad tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Tapsel, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provsu Drs. Yeddi Efendi Sipayung, hingga para penasehat organisasi memberi dukungan moral. “Perjuangan atlet disabilitas adalah perjuangan kita semua. Mereka bagian dari potensi daerah yang patut didukung penuh,” ungkap salah satu pejabat dengan suara bergetar.
Momen semakin hangat ketika Sekretaris NPCI Sumut menyampaikan kabar bahwa meski NPCI Tapsel baru terbentuk, para atletnya sudah giat berlatih di Medan untuk persiapan kompetisi di Surabaya. Kabar ini membuat ruangan penuh dengan tepuk tangan—sebuah pengingat bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan dorongan untuk melangkah lebih jauh.
Dalam sambutannya, Masdar Siregar menegaskan bahwa prestasi hanyalah salah satu tujuan. “Kami ingin NPCI Tapanuli Selatan menjadi rumah yang ramah, tempat di mana atlet disabilitas merasa dihargai, diberi kesempatan, dan didukung untuk berkembang,” ujarnya penuh keyakinan.
Tak hanya pengurus, para tokoh daerah pun ikut menaruh perhatian. Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolres Tapsel ditetapkan sebagai pelindung, sementara sejumlah dinas menjadi pembina. Nama-nama seperti Jonatal Ginting, Annisa Fitri, dan Lukman Syahri Ritonga, S.Pd masuk dalam dewan pertimbangan, dan Penasehat Haris Yani Tambunan SH dan Untung Pardamean Harahap M.Pd.siap memberikan arahan sekaligus menjadi penguat moral bagi para atlet yang tengah berjuang.
Pelantikan NPCI Tapanuli Selatan ini pada akhirnya bukan hanya tentang kepengurusan yang baru, melainkan tentang hadirnya harapan baru. Harapan bahwa olahraga bisa menjadi jembatan kesetaraan, bahwa setiap keringat latihan atlet disabilitas akan berubah menjadi prestasi, dan bahwa Tapanuli Selatan akan menjadi saksi lahirnya generasi tangguh yang mengharumkan nama daerah sekaligus bangsa.(PS/BERMAWI)
