POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Medan dalam mempercepat pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Seruwai, Kecamatan Medan Labuhan. Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi daring yang dipimpin Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sri Haryati, Senin (2/3/2026).
Rapat strategis itu diikuti langsung oleh Rico Waas dari Rumah Dinas Wali Kota Medan. Ia didampingi Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Jhon Ester Lase, bersama sejumlah kepala perangkat dinas terkait. Kehadiran lengkap jajaran ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan pembangunan rusun Seruwai bukan sekadar wacana, melainkan prioritas strategis Pemko Medan.
Pemko Medan Siap Lengkapi Seluruh Persyaratan
Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa penetapan lokasi pembangunan rusun akan dilakukan setelah seluruh kesiapan administratif dan teknis daerah dipastikan memenuhi ketentuan. Penetapan ini menjadi dasar penting untuk melanjutkan tahapan pelaksanaan program pembangunan.
Rico Waas menyampaikan apresiasi atas dukungan kementerian serta memastikan bahwa seluruh dokumen yang masih dibutuhkan akan segera dirampungkan. Ia menargetkan kelengkapan administrasi dan teknis dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar proses penetapan lokasi tidak mengalami hambatan.
“Kami siap bergerak cepat. Seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk memastikan syarat administrasi maupun teknis segera terpenuhi,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Pemko Medan dalam memperjuangkan kebutuhan hunian layak bagi warga, khususnya di wilayah utara kota yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan rumah layak dan risiko bencana pesisir.
Peran Strategis Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang
Di sisi teknis, Jhon Ester Lase menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan lahan, legalitas, serta dokumen perencanaan sesuai regulasi yang berlaku. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan menjadi ujung tombak dalam memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar teknis dan aturan perundang-undangan.
Sinergi antara kepemimpinan wali kota dan kerja teknis dinas terkait menjadi kunci agar proyek rusun Seruwai benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
Kuota Satu Tower, Target Mulai 2026
Untuk tahun ini, kuota pembangunan yang tersedia masih terbatas pada satu tower. Pelaksanaan fisik direncanakan dimulai pada 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027, menyesuaikan perkembangan program serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Selain pembangunan rusun baru, Pemko Medan juga menyoroti kondisi sejumlah aset rusun lama, salah satunya Tower D yang dibangun melalui APBN tahun 2016 dengan sekitar 90 unit. Hingga kini, tower tersebut belum dihuni karena belum dilakukan serah terima aset kepada pemerintah daerah dan kondisinya dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Pemko Medan meminta dukungan kementerian agar proses berita acara serah terima dapat segera dituntaskan, sehingga aset tersebut bisa dimanfaatkan kembali atau direvitalisasi demi kepentingan masyarakat.
Pihak kementerian menjelaskan bahwa saat ini masih berlangsung proses identifikasi dan penataan aset antar kementerian guna memastikan status kepemilikan sebelum serah terima dilanjutkan. Namun untuk tahun anggaran 2026, kegiatan yang tersedia masih difokuskan pada pembangunan rusun baru dan belum mencakup program revitalisasi.
Segmentasi Penghuni Lebih Luas dan Tepat Sasaran
Dalam paparannya, Pemko Medan juga menyampaikan kondisi hunian rusun yang sudah ada dengan tingkat keterisian sekitar 50 hingga 85 persen. Mayoritas penghuni merupakan nelayan dari wilayah utara kota, meskipun sebagian masih enggan menempati rusun karena pertimbangan jarak dari laut sebagai sumber mata pencaharian.
Ke depan, Pemko Medan mengusulkan segmentasi penghuni yang lebih beragam, mencakup tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta warga terdampak banjir. Strategi ini dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan rusun sekaligus memastikan bantuan hunian benar-benar tepat sasaran.
Dengan komitmen yang ditegaskan langsung oleh Rico Waas serta dukungan teknis dari Jhon Ester Lase dan jajaran Dinas Perkim Cipta Karya dan Tata Ruang, Pemko Medan optimistis pembangunan rusun Seruwai segera memasuki tahap penetapan dan pelaksanaan.
Langkah percepatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menghadirkan hunian layak, tertata, dan berkeadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus memperkuat wajah pembangunan kawasan permukiman di Kota Medan.
(PS/M.Fauzi)

