POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Peristiwa dugaan keracunan makanan yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengguncang Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Rabu, 1 April 2026.
Insiden ini melibatkan sedikitnya 18 siswa dan 1 guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak medis.
Kronologi Kejadian :
Peristiwa bermula pada Rabu, (1/4/2026) siang, tidak lama setelah makanan MBG dikonsumsi oleh para siswa di sejumlah sekolah, yakni: UPT SD Negeri 028 Nagasaribu, SMP Negeri 016 Nagasaribu, SMA Negeri 3 Lintongnihuta
Beberapa saat setelah makan, para siswa mulai mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, sesak napas, jantung berdebar, hingga reaksi alergi. Kondisi ini langsung memicu kepanikan di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah bersama tenaga kesehatan segera melakukan evakuasi, dan para korban dilarikan ke Puskesmas Sigompul untuk mendapatkan penanganan awal.
DATA PASIEN DI SMPN-016 NAGASARIBU :
1. Messi Lumban Toruan, 11 tahun, Laki- laki, Nagasaribu 5, Kelas VII-E
2. Lince Hutasoit, 13, Perempuan, Nagasaribu 3, Kelas VIII-6
3. Philip Sianturi, 13 tahun, Laki-laki, Nagasaribu 2, VIII-1
4. Mona Siburian, 14 tahun, Perempuan, Lumban Barat, IX-4
5. Rere Rivaldo Hutasoit, 14 tahun, Laki- laki, Nagasaribu 3, IX-5
6. Dame Siregar, 13 tahun, Perempuan, VII-B
7. Selviana Purba, 14 tahun, Perempuan, Nagasaribu 3, IX-6
8. Edison Situmorang, 13 tahun, Kelas VIII-6
9. Reza Nababan, 13 tahun, VIII-2
10. Astron Lumban Toruan, 13 tahun, VII-E
11. Ririn Sihombing, 13 tahun, VIII-2
12. Riska Pohan, 13 tahun
DATA PASIEN SMAN-3 LINTONGNIHUTA :
-
Nama: Elisa Simarmata
Jenis kelamin: Perempuan
Umur: 17 Tahun
Kelas: F1 -
Nama: Anisa Andat Tumanggor
Jenis kelamin: Perempuan
Umur: 18 Tahun
Kelas: XII MIA-1 -
Nama: Bungaria Lumbantoruan
Jenis kelamin: Perempuan
Umur: 16 Tahun
Kelas: F3 -
Nama: Rini Nababan
Jenis kelamin: Perempuan
Umur: 20 Tahun
Kelas: XII IIS -
Nama: Suhardi Lumbantoruan
Jenis kelamin: Laki-laki
Umur: 18 Tahun
Kelas: F2 -
Nama: Melva Sitinjak
Jenis kelamin: Perempuan
Umur: 46 Tahun
Jabatan: Guru Geografi
DATA PASIEN SD LINTONGNIHUTA :
Messi Lumban Toruan (11 th) SD
Selanjutnya data pasien yang sempat dirawat di Puskesmas Sigompul diantaranya :
-
Elisa Simarmata (13 th)
Keluhan: wajah merah, jantung berdebar
Tindakan: Paracetamol
Alamat: Nagasaribu II
Status: Rujuk -
Siska Hutagaol (13 th)
Keluhan: wajah merah, jantung berdebar
Tindakan: Paracetamol
Alamat: Nagasaribu IV
Status: Rujuk -
Monalisa Sihotang (14 th)
Keluhan: wajah merah, perut keras, panas
Tindakan: Paracetamol
Alamat: Paranginan
Status: Rujuk -
Selvena Purba (14 th)
Keluhan: sakit kepala, pusing, perut keras
Tindakan: Antasida
Alamat: Nagasaribu III
Status: Rujuk -
Reza Nababan (13 th)
Keluhan: jantung berdebar
Tindakan: Paracetamol
Alamat: Nagasaribu I
Status: Observasi di rumah -
Ariston Lumban Toruan (13 th)
Keluhan: wajah merah, pusing
Tindakan: Paracetamol
Alamat: Nagasaribu II
Status: Observasi di rumah -
Reinaldo Hutasoit
Keluhan: wajah merah, pusing, perut panas
Tindakan: Infus RL + obat
Status: Rujuk -
Riris Adelia Simbolon (14 th)
Keluhan: sesak, gemetar
Status: Observasi di rumah -
Riskan Tobing (13 th)
Keluhan: pusing, sakit tenggorokan
Status: Observasi di rumah -
Dame Siregar (13 th)
Keluhan: gemetar, sesak, wajah merah
Status: Rujuk -
Messi Lumban Toruan (11 th)
Keluhan: sesak, jari tangan kaku
Status: Rujuk -
Lince Hutagalung (13 th)
Keluhan: sesak, pusing
Status: Rujuk -
Melva Sitinjak (46 th)
Keluhan: jantung berdebar, gatal, sakit perut
Status: Rujuk -
Putra Nababan (10 th)
Keluhan: wajah bengkak, mata merah, mual muntah
Status: Observasi di rumah
PERAWATAN DI PUSKESMAS SIGOMPUL :
1. Edison Situmorang, 13 tahun, Kelas VIII-6
2. Reza Nababan, 13 tahun, VIII-2
3. Astron Lumban Toruan, 13 tahun, VII-E
4. Ririn Sihombing, 13 tahun, VIII-2
5. Riska Pohan, 13 tahun
7 (tujuh) siswa dirujuk ke RSUD Dolok sanggul karena membutuhkan penanganan lanjutan, 6 (enam) siswa diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik
Di RSUD Doloksanggul, seluruh pasien ditangani di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), pada malam harinya: 5 pasien dipulangkan setelah kondisi stabil 2 pasien masih menjalani perawatan intensif
Tambahan Kasus dan data sementara korban, terdapat tambahan 5 siswa dan 1 guru dari SMA Negeri 3 Lintong Nihuta yang mengalami gejala serupa pada hari yang sama. Mereka telah mendapatkan penanganan medis, dan sebagian besar telah diperbolehkan pulang.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun: Total korban awal (terverifikasi): 14 orang, dirujuk ke rumah sakit: ± 8 orang, observasi/rawat jalan: ± 6 orang, tambahan dari SMA Negeri-3 : 5 siswa + 1 guru, sehingga, total indikasi terdampak MBG mencapai ±19 orang. "Mayoritas korban merupakan anak usia sekolah, yang menjadi sasaran utama program MBG.
Gejala yang dilaporkan relatif seragam, antara lain: Pusing dan sakit kepala, Mual dan muntah, Sesak napas, Jantung berdebar, Wajah memerah atau bengkak, Reaksi alergi seperti gatal dan sakit tenggorokan."Sebagian pasien bahkan mengalami kondisi cukup serius hingga memerlukan infus, oksigen, dan injeksi medis.
Keterangan pihak sekolah dan tenaga medis, Kepala SMA Negeri-3 Lintongnihuta, Rumondang Sihombing, membenarkan adanya siswa dan guru yang terdampak. Namun, ia menegaskan bahwa pihak sekolah belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari rumah sakit,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 016 Nagasaribu, Heppy Naibaho, yang mengimbau agar semua pihak tidak berspekulasi sebelum hasil medis yang valid diperoleh.
Langkah ini meliputi: Identifikasi kelompok pasien dengan gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang sama, Analisis waktu munculnya gejala (umumnya beberapa jam setelah makan)
Selain itu, dilakukan uji Laboratorium terhadap: Sampel makanan, Bahan baku, Lingkungan dan sumber air." Pengujian bertujuan mendeteksi kemungkinan kontaminasi bakteri seperti Salmonella atau E. coli, maupun zat kimia berbahaya.
Investigasi juga mencakup faktor sistemik, seperti : Higiene dapur, Proses penyimpanan dan distribusi, Kelayakan bahan baku , Pemeriksaan sampel makanan, Penelusuran proses produksi dan distribusi, Uji laboratorium terhadap kemungkinan kontaminasi, Pengambilan sampel biologis seperti muntahan pasien, dan sampel Air yang ada di dapur MBG tersebut . Ucapnya .
Secara umum, keracunan makanan sering kali disebabkan oleh kelalaian dalam standar keamanan pangan di seluruh rantai penyediaan makanan, ujarnya. Jika terbukti terjadi pelanggaran, maka dapat dilakukan penutupan sementara dapur penyedia makanan untuk keperluan investigasi dan perbaikan.
Program MBG yang merupakan program pemenuhan gizi yang dikelola melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di wilayah ini, distribusi makanan dilakukan oleh: Dapur MBG Gerindra–Holong Ondolan, Di bawah naungan Yayasan Holong Ondolan – Indonesia Emas." Namun saat dilakukan konfirmasi oleh beberapa awak media, dapur MBG tersebut dalam kondisi tertutup, dan tidak ada pihak yang dapat memberikan keterangan.
Hendrik Tumbur Simamora menyampaikan bahwa: Kasus telah ditangani oleh satgas, Sampel makanan sedang dalam proses pemeriksaan, Penyebab belum dapat dipastikan, apakah akibat alergi, bahan makanan, atau faktor lain." Ia juga menambahkan bahwa dari total 2.320 porsi makanan yang didistribusikan, jumlah korban relatif sedikit, sehingga diperlukan investigasi menyeluruh.
Saat ini, dapur MBG tersebut telah disuspensi sementara hingga hasil laboratorium keluar. ucapnya melalui pesan WhatsApp-nya, Kamis, (4/4/2026)
Perhatian Publik dan Tuntutan Transparansi" Kasus ini menjadi perhatian serius karena: melibatkan anak-anak sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA, berkaitan dengan program pemerintah, Berpotensi mempeng-aruhi kepercayaan publik terhadap program MBG
Masyarakat kini menunggu transparansi dari pihak terkait, terutama mengenai: Hasil uji medis dan laboratorium, Standar keamanan makanan, Evaluasi sistem distribusi MBG, Sanitasi dan kualitas air bersih
Hingga Kamis, 2 April 2026: Kondisi terkini: Sebagian besar korban telah membaik dan dipulangkan, Beberapa pasien masih dalam pemantauan medis, penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut .
Peristiwa ini masih berada dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan sebagai kasus keracunan makanan dari program MBG.
Sikap Pihak Terkait, Juru Bicara Satgas Dinas Pendidikan Humbahas, Martahan Panjaitan, saat dikonfirmasi media belum memberikan tanggapan terkait peristiwa tersebut.
Sementara itu, pemilik/pengelola Dapur MBG Gerindra – Holong Ondolan yang berinisial “GN”, yang diketahui merupakan anggota DPRD Humbahas dari Partai Gerindra, mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada satgas.
Namun saat sejumlah media mendatangi lokasi dapur, seluruh akses dalam kondisi tertutup tanpa adanya pihak yang dapat dimintai keterangan.
Kesimpulan Sementara, berikut data pasien yang teridentifikasi keracunan (MBG)
- Elia Situmorang (13) – Pusing, wajah merah, jantung berdebar – Paracetamol – Rujuk
- Siska Hutagaol (13) – Wajah merah, perut keras, sakit perut – Paracetamol – Rujuk
- Monalisa Sihuruan (14) – Sakit kepala – Paracetamol – Rujuk
- Selensa Purba (14) – Mual, pusing, perut keras, jantung berdebar – Antasida – Rujuk
- Reza Nababan (13) – Wajah merah, pusing – Antasida – Observasi di rumah
- Akson Lumban Toruan (13) – Pusing, jantung berdebar – Antasida – Observasi di rumah
- Revialdo Hutasoit (14) – Wajah merah, pusing, perut panas – Infus RL + injeksi – Rujuk
- Rini Adelia Simbolon (13) – Sesak, gemetar, sakit tenggorokan – Infus + obat – Observasi
- Riskan Rohani (13) – Pusing, sakit tenggorokan – Infus + obat – Observasi
- Dame Siregar (13) – Gemetar, sesak, wajah merah, perut panas – O2 + infus + injeksi – Rujuk
- Messi Lumban Toruan (11) – Sesak, jari tangan kaku – O2 + infus + injeksi – Rujuk
- Lince Hutagasoit (13) – Sesak, pusing – O2 + infus + injeksi – Rujuk
- Meva Sitinjak (46) – Jantung berdebar, gatal, sakit perut – Obat pulang – Guru
- Putra Nababan (10) – Wajah bengkak, mata merah, mual muntah, batuk – Antasida + obat – Observasi
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doloksanggul melalui juru bicaranya Swandi Simamora bersama dr. Gilbert Sialagan dan Benny Maria menyampaikan bahwa setiap pasien yang datang akan dilayani sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan yang dialami.
Terkait informasi dugaan keracunan makanan MBG, pihak rumah sakit membenarkan adanya pasien yang datang dengan keluhan mual. Namun, RSUD tidak dapat memastikan jumlah pasti pasien maupun mengklasifikasikan kasus tersebut secara spesifik sebagai dampak MBG atau bukan.
Penanganan pasien dilakukan berdasarkan diagnosa medis dan gejala penyakit. Untuk kasus yang tidak memerlukan rawat inap, pasien tetap menjalani observasi guna memastikan tidak ada keluhan lanjutan sebelum diperbolehkan pulang.
Harapan Swandi Simamora, dr. Gilbert Sialagan, dan Benny Maria berharap masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan. Mereka juga menegaskan komitmen RSUD Doloksanggul untuk terus memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan profesional kepada seluruh pasien, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat melalui penanganan medis yang tepat dan terukur. (PS/B.Nababan)






