POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Aksi pemblokiran ruas jalan nasional Aceh Tenggara–Medan di Jembatan Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Jumat (26/6/2026), mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, turun langsung ke lokasi untuk berdialog dengan warga yang melakukan aksi, yang didominasi oleh kaum ibu.
Pantauan awak media di lokasi, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry hadir didampingi Ketua DPRK Aceh Tenggara, Dr. Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., Camat Bambel, Riduansyah, S.Sos, Kapolsek Bambel, Iptu Djuliar Yousnaidi, serta Kepala Desa Kuning I, Selamat. Serta kehadiran unsur pemerintah dan aparat tersebut bertujuan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi atas persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga.
Di hadapan massa aksi, Bupati mendengarkan langsung keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan yang dinilai menjadi salah satu penyebab banjir yang terus berulang saat curah hujan tinggi. Warga meminta agar jembatan tersebut segera diperbaiki atau ditinggikan sehingga aliran air dapat mengalir dengan lancar.
Dalam dialog tersebut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan akan segera mengambil langkah penanganan darurat.
"Saat ini akan kita turunkan alat, mau itu milik Pemda ataupun milik pihak BPJN, demi untuk mengatasi banjir ini," tegas Salim Fakhry di hadapan warga.
Bupati juga menunjukkan empatinya kepada masyarakat yang selama ini terdampak banjir.
"Kecewa kalian, maka itu juga kecewa saya. Sakit kalian, maka itu sakit saya juga," ucapnya, yang disambut tepuk tangan dan harapan dari warga.
Pada kesempatan itu, Bupati turut meminta pihak BPJN PPK 3.5 agar segera mengambil langkah percepatan terhadap perbaikan jembatan sebagai solusi jangka panjang.
"Kalau bisa secepat mungkin diperbaiki jembatan ini agar masyarakat tidak was-was lagi dengan datangnya banjir yang selalu menghantui warga Kuning I," pinta Bupati kepada pihak BPJN.
Sebelumnya, pihak BPJN PPK 3.5, telah lebih dahulu merespons tuntutan masyarakat dengan turun langsung ke lokasi aksi. Perwakilan BPJN, Jaya, menyampaikan bahwa pihaknya segera mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi di bawah jembatan sebagai langkah darurat.
"Untuk mengantisipasi air semakin meluap lagi, maka kami menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi atau mengerok bagian bawah jembatan agar aliran air menjadi lebih lancar," ujar Jaya.
Kehadiran langsung Bupati bersama unsur Forkopimda dan pemerintah kecamatan memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Kuning I. Warga berharap komitmen yang telah disampaikan segera diwujudkan melalui penanganan permanen, sehingga banjir yang selama ini menghantui permukiman mereka tidak lagi terulang.
Aksi yang sempat menyebabkan arus lalu lintas Aceh Tenggara–Medan terganggu akhirnya berlangsung kondusif setelah adanya dialog terbuka antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, dan pihak BPJN. Warga berharap seluruh janji dan langkah yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Desa Kuning I. (PS/ASP)

