POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Dunia pendidikan di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua siswi SMA Negeri 2 Plus Panyabungan, Meutia Aisyah Lubis dan Zaskia Aisya Safitri Lubis, berhasil lolos sebagai finalis Lomba Esai pada Festival Literasi Sumatera Utara. Capaian ini menjadi indikator bahwa budaya literasi di sekolah terus berkembang secara positif, sekaligus menunjukkan kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat provinsi.
Keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan kecakapan dalam merangkai kata, tetapi juga memperlihatkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis berbagai persoalan, serta menyusun argumentasi yang logis berdasarkan fakta dan data. Dalam perspektif pendidikan modern, kemampuan tersebut merupakan bagian dari kompetensi abad ke-21 yang sangat dibutuhkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi tantangan global.
Festival Literasi Sumatera Utara menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas intelektual melalui karya tulis esai. Kompetisi ini menuntut peserta menghadirkan gagasan yang orisinal, solutif, serta relevan dengan isu-isu pembangunan dan kehidupan masyarakat. Lolosnya Meutia Aisyah Lubis dan Zaskia Aisya Safitri Lubis ke babak final membuktikan bahwa kualitas akademik siswa SMA Negeri 2 Plus Panyabungan mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Kepala SMA Negeri 2 Plus Panyabungan, Hendri, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih kedua siswinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, semangat belajar yang tinggi, serta bimbingan intensif dari para guru. Ia menegaskan bahwa budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan melakukan kajian ilmiah terus ditanamkan sebagai bagian dari pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik.
Dari sudut pandang ilmiah, aktivitas menulis esai memiliki kontribusi besar dalam mengembangkan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Melalui proses membaca berbagai referensi, mengolah informasi, mengevaluasi berbagai sudut pandang, hingga menyusun argumentasi secara sistematis, siswa dilatih untuk berpikir analitis, kreatif, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan bukti. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang kritis, komunikatif, dan produktif di era transformasi digital.
SMA Negeri 2 Plus Panyabungan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi cerdas, berkarakter, dan berprestasi. Dengan mengusung motto "Cerdas Berkarakter Berprestasi" serta semangat "Acting by Heart", sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai integritas, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan etika sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik.
Seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Plus Panyabungan memberikan dukungan penuh kepada Meutia Aisyah Lubis dan Zaskia Aisya Safitri Lubis dalam menghadapi babak final Festival Literasi Sumatera Utara. Besar harapan kedua finalis mampu memberikan penampilan terbaik, mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Mandailing Natal, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan budaya literasi, memperkaya wawasan, dan menghasilkan karya-karya ilmiah yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.(PS/BERMAWI)
