![]() |
| Dr. Sayuti Abubakar SH.MH |
POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH — Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal sekaligus menentukan arah kepemimpinan Partai Demokrat Aceh ke depan.
Dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan, Dr. Sayuti Abubakar hadir bersama sang istri, Ny. Yulinda Sayuti, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Musda VI Partai Demokrat Aceh.
Dinamika Musda semakin menarik setelah proses penjaringan dan verifikasi dukungan terhadap calon ketua dilakukan. Dalam proses tersebut, Dr. Sayuti Abubakar memperoleh dukungan dari 15 pemilik suara, terdiri atas 14 DPC Partai Demokrat dan 1 dukungan dari DPD Demokrat Aceh.
Dukungan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai angka dalam sebuah kontestasi politik. Lebih dari itu, dukungan tersebut menjadi cerminan kepercayaan dan harapan terhadap figur yang dinilai mampu membawa energi baru bagi Partai Demokrat Aceh.
Pesan penting juga disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melalui sambungan Zoom dalam rangkaian Musda. AHY mengingatkan pentingnya politik yang empatik, dekat dengan masyarakat, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan rakyat.
Pesan tersebut dinilai menjadi salah satu substansi penting dari pelaksanaan Musda VI Partai Demokrat Aceh.
Musda bukan sekadar arena untuk menentukan siapa yang akan memimpin, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan soliditas seluruh kader Demokrat di Aceh.
Kepemimpinan ke depan diharapkan tidak dibangun atas sekat antara kader lama maupun kader baru. Yang lebih utama adalah kemampuan untuk merangkul seluruh elemen partai, menjaga kebersamaan, bekerja untuk masyarakat, serta membawa Partai Demokrat Aceh semakin dekat dengan rakyat.
Bagi Sayuti Abubakar, dukungan yang diberikan para pemilik suara merupakan sebuah kepercayaan sekaligus amanah.
Kepercayaan harus dijaga, sementara amanah harus dijawab dengan kerja nyata.
Karena itu, Musda VI Partai Demokrat Aceh diharapkan tidak berhenti pada proses kontestasi kepemimpinan. Musda harus menjadi titik awal untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan Partai Demokrat Aceh dalam menghadapi tantangan politik dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh kader diharapkan mampu menatap masa depan dengan satu tekad: memperkuat partai, memperluas pengabdian, dan menghadirkan Demokrat yang semakin dekat dengan rakyat. (PS | DAMRY)
