Asap Hitam dari PKS Berangir Labura Diduga Berdampak Polusi Udara, Polisi dan Gakkum LHK Diminta Bertindak

/ Kamis, 21 Desember 2023 / 16.07.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Kepulan asap hitam terpantau keluar dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Berangir Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labura. Hasil rekaman video amatir sumber wartawan, kejadian ini berlangsung, Selasa (19/12/2023).

Sumber wartawan menyebutkan, asap hitam pekat diduga penyebab polusi udara ini kerap keluar dari cerobong asap PKS Berangir yang merupakan perusahaan di bawah naungan PTPN 4 yakni perusahaan di bawah Kementerian BUMN RI.

“Udah sering lah keluar asap hitam pekat seperti itu bang. Mau kekmana lagi, komplain pun kami tak ada artinya. Tak ada pedulinya pemerintah di bidang lingkungan hidup atas fenomena yang bisa berdampak ke kesehatan masyarakat ini,” kata sumber wartawan, Selasa (19/12/2023) via sambungan ponselnya.

Dugaan pencemaran udara atas dibuangnya asap hitam pekat dari PKS Berangir ini membuat aktivis lembaga masyarakat geram. Ketua DPW Mahasiswa LIRA (MAHALI) Aji Lingga SH meminta, Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kemen LHK Wilayah I Sumatera dan Polda Sumut melakukan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran UU Perlindungan Lingkungan Hidup tersebut.

“Balai Gakkum Kemen LHK Sumut, Dinas Lingkungan Hidup Sumut dan Ditreskrimsus Polda Sumut harus berkolaborasi memeriksa pembuangan asap hitam tebal itu. Kalau ada terbukti melakukan pencemaran udara harus diperiksa intensif sesuai aturan berlaku,” tegas Aktivis dikenal vokal ini, Kamis (21/12/2023).

Aji Lingga menjelaskan, sebagai perusahaan pengolahan kelapa sawit milik negara yakni PTPN 4 seharusnya manajemen PKS Berangir mampu menunjukkan contoh baik dalam menjaga kelestarian lingkungan bukan malah asal buang asap saja yang diduga bisa membahayakan kesehatan masyarakat karena polusi.

Manajer PKS Berangir Agusman menanggapi enteng masalah kepulan asap hitam yang kelar dari Pabrik Kelapa Sawit yang dipimpinnya. Saat konfirmasi wartawan, Rabu (20/12/2023) via sambungan Whats App, Agusman tak menampik asap hitam yang keluar dari cerobong PKS itu.

Dia yang mengaku berdalih, asap hitam tersebut karena dalam proses maintendence alat operasional  pabrik pengolah kelapa sawit itu karena pengolahan tak rutin.

“Itu karena proses pengorekan kerak abu. Setiap 4 jam. Kalau dia proses olahnya tak rutin. Maka star olah pertama. Kita 4 hari sekali saja olah. Jadi kalau tak rutin maka selalu dilakukan prefentif maintandence. Sebentar nya itu,” bebernya.

Dia juga mengaku, saat akhir olah jika tak pernah bersih-bersih maka saat pengolahan pertama akan dilakukan pembersihan yang berakibat mengeluarkan asap hitam. “Kalau pengolah pertama bersih bersih. Biasalah bang, yang komplain kalau tak kenal maka tak sayang,” katanya sembari mengatakan beberapa waktu lalu menggelar bhakti sosial dengan masyarakat sekitar Pabrik Kelapa Sawit.

Sementara Kepala Balai Gakkum Kemen LHK Wilayah I Sumatera Subhan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut Yuliani Siregar dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/12/2023) bungkam.

Mohon difasilitasi konfirmasi ke Pj Gubernur Sumut Hassanudin dan Kepala Inspektorat Sumut Lasro Marbun dan Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus pun tak membuahkan hasil. Ketiga pejabat itu dilayangkan mohon difasilitasi konfirmasi ke Dinas LHK Sumut, Rabu (20/12/2023) tak merespon wartawan.

Sementara sumber wartawan di Balai Gakkum Kemen LHK Wilayah I Sumatera merespon wartawan dengan menyatakan akan menyampaikan informasi asap tebal di PKS Berangir ke bagian data guna dilakukan Verifikasi Lapangan. “Kukasitau bagian data biar didata dulu baru verlap. Terimakasih ya,” jawabnya singkat, Rabu (20/12/2023).

Sementara para Kepala Bidang di DLHK Sumut saling lempar bola menerima informasi adanya asap tebal dilepas dari PKS Berangir. Kabid Lingkungan Hidup DLHK Sumut Akmal Nasution mengaku menunggu intruksi pimpinan guna mengambil langkah menangani hal itu. Sementara Kabid Perlindungan DLHK Zainuddin meminta wartawan menghubungi Akmal Nasution saat keduanya dikonfirmasi, Rabu (20/12/2023).

Pabrik Kepala Sawit Berangir di Labuhan Batu Utara pada tahun 2019 lalu sempat digruduk masyarakat karena dugaan limbahnya mencemari lingkungan. Dalam postingan Face Book akun bernama LaburaKu 27 Maret 2019, terlihat foto puluhan berkerumun di depan PKS milik negara itu. 

Dalam postingannya, akun LaburaKu menulis :

Warga demo PKS Berangir

Hari ini 27/3/19 masyarakat kec. Marbau melakukan aksi didepan Pabrik Kelapa Sawit Kebun Berangir, menindaklanjuti dan meminta pertanggungjawaban kepada pihak pengelola atas limbah yg dibuang ke sungai Marbau beberapa hari yg lalu.

Disaat masyarakat membutuhkan banyak air sungai dikarenakan musim kemarau, Pabrik ini malah dengan gampangnya membuang limbah di sungai Marbau.

Repost Garbi Labura

#laburaku.

Belum diperoleh informasi tindak lanjut manajemen PKS Berangir dan pemerintah atas aksi masyarakat Kecamatan Merbau itu. (PS/RED)

 

 

Komentar Anda

Terkini: