Pemerintah Kota Padangsidimpuan Lakukan Pembinaan dan Penanganan Pengemis Berkedok Badut

/ Minggu, 28 Januari 2024 / 15.26.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN-Pemerintah Kota Padangsidimpuan melakukan pembinaan dan penanganan pengemis berkedok badut yang menjamur di Kota Padangsidimpuan, Sabtu (27/01/24).


Pembinaan dan penanganan pengemis berkedok badut ini di hadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum, Rahmad Marzuki, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Gempar Nauli Hamonangan, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Iswan Nagabe Lubis, Kadis Sosial, Zufri Nasution, Kepala Dinas PP&PA, Kepala Satpol PP, Kadis Perhubungan, Plt. Kadis Pendidikan, Kepala Kesbangpol, serta para Kabid lainnya.

Usai melakukan giat tersebut, Kepala Dinas Sosial, Zufri Nasution menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padangsidimpuan telah melakukan pembinaan kepada pengemis yang berkedok Badut tersebut agar meninggalkan pekerjaannya.

"Kami (Pemerintah Kota) telah melakukan pembinaan agar mereka meninggalkan pekerjaan mengemis yang berkedok badut. Karena pengemis berkedok badut ini kebanyakan anak - anak yang saatnya belajar dan bermain."

"Kita harus menyelamatkan meraka, karena pekerjaan mengemis dengan berkedok badut sangat berbahaya bagi masa depan mereka. Secara fisikologis akan mendegradasi mental hingga membuat watak mereka menjadi malas untuk mencari pekerjaan lain akibat sudah terbiasa mengemis, mental mereka harus kita teguhkan punya masa depan menghadirkan fisikolog," ungkapnya.

Zufri Nasution juga menyampaikan, secara umum bahwa anak-anak ini berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga membuat mereka tertarik untuk mengemis dengan cara tersebut.

"Secara umum anak-anak ini berasal dari keluarga kurang mampu sehingga mereka begitu tertarik untuk mencari duit dengan cara mengemis berkedok badut. namun kita berkesimpulan mereka tergoda oleh toke-toke yang membujuk rayu dengan janji yang menggiurkan, Kemudian toke-toke ini memperalat dan mengekploitasi anak tersebut untuk memperoleh duit dengan cara mengemis."

Dari informasi yang diperoleh bahwa sebagian anak-anak ini ada yang mendapat Bansos, KIP, dan sebagian anak-anak tidak ada mendapat sama sekali.(PS/BERMAWI)
Komentar Anda

Terkini: