Pemko Lhokseumawe Lakukan Pemberian Makanan Tambahan Kepada Balita Terindikasi Stunting

/ Selasa, 06 Februari 2024 / 21.57.00 WIB
Pj Walikota Lhokseumawe A Hanan dan Ketua TP PKK Lhokseumawe Ny Ainal A Hanan memberikan makanan tambahan kepada Balita di Gampong Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. FOTO | DAHLAN AMRY

POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE  - Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) untuk Balita yang terindikasi mengalami stunting sebagi bentuk kepedulian Pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting di seluruh wilayah dalam kota Lhokseumawe Provinsi Aceh.

Pemberian Makanan Tambahan tersebut dilakukan langsung oleh Pj Walikota Lhokseumawe A Hanan dan turut didampingi oleh Ketua TP PKK Lhokseumawe Ny Ainal A Hanan beberapa waktu lalu di Gampong Batuphat Timur Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe.


“Mengonsumsi makanan bergizi, khususnya protein hewani, cukup efektif untuk mencegah stunting pada balita. Ada banyak pangan lokal yang bergizi dan kaya protein, serta baik untuk mendukung pertumbuhan balita.”


Demikian disampaikan oleh Pj Walikota Lhokseumawe A Hanan kepada media ini beberapa waktu lalu di Lhokseumawe. Menurutnya, Sudah tak asing bukan dengan masalah stunting pada balita? Stunting terjadi ketika pertumbuhan tinggi balita tidak sesuai dengan tinggi ideal di usianya. Penyebabnya karena kurangnya asupan gizi yang seimbang dalam jangka waktu lama.


Stunting biasanya terjadi pada anak-anak yang datang dari keluarga dengan ekonomi yang rendah, sehingga mereka kurang mampu untuk mengakses makanan bergizi. 

Sebenarnya ada berbagai pilihan pangan lokal yang murah, tapi tetap mengandung banyak gizi dan nutrisi yang baik untuk anak, tutur Pj Walikota Lhokseumawe.


Lanjut A Hanan, Makanan bergizi yang ditunjukkan di media sosial sering kali digambarkan sebagai makanan mahal yang diimpor dari luar negeri. Namun, sebenarnya untuk memenuhi gizi seimbang pada balita, orang tua dapat memanfaatkan makanan-makanan lokal yang tersedia di pasar.


Hanan mencontohkan seperti tempe, ati ayam, telur, dan lain-lain. Makanan tersebut tidak hanya murah, tapi juga kaya protein dan gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh anak.


Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal dalam upaya mencegah stunting pada anak. Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diyakini akan menurunkan angka stunting, sebut A Hanan.


“Bahan pangan lokal relatif lebih mudah didapat di hampir semua daerah. Dengan demikian untuk menjalankan program ini akan lebih mudah dilaksanakan ,” kata Pj Walikota Lhokseumawe.

Program Pemberian Makanan Tambahan 

Menurut A Hanan, Pemberian Makanan Tambahan masih menjadi salah satu cara intervensi dalam menurunkan angka stunting di kota Lhokseumawe. Saat ini, stunting di Indonesia berada di angka 21,7 persen, masih jauh dari target yakni 14 persen di 2024.


Angka stunting sejalan dengan tingkat produktivitas masyarakat Indonesia. Jika ingin mencapai bonus demografi yang maksimal, maka stunting harus ditekan serendah-rendahnya, khususnya dalam wilayah Kota Lhokseumawe.


“Bapak Presiden ingin sekali agar stuntingnya kita turun supaya kapasitas intelektual anak-anak kita lebih baik, sehingga saat bonus demografinya masuk, produktivitasnya tinggi, gaji yang mereka dapat bisa tinggi, GDP kita bisa tinggi, nah kita Insya Allah bisa masuk G7 country,” tambah Pj Walikota.


Pemberian makanan tambahan ini menggencarkan asupan protein hewani untuk mencegah stunting tersebut. Penting untuk orang tua mengetahui ciri-ciri anak berpotensi mengalami stunting, salah satunya berat badan tidak naik selama dua pekan. 


Jika pada rentang waktu ini gizi anak tidak dicukupi dengan baik, risiko mereka mengalami stunting tinggi. Tahapan anak yang stunting itu sama dengan kanker, deteksi awal stadium 1 dulu, nggak dirawat, masuk stadium 2-3.


Efek stunting jangka pendek meliputi terhambatnya perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Sedangkan dalam jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.


Titik Krusial Pencegahan Stunting

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza mengatakan, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal merupakan rangkaian dari titik krusial dalam upaya pencegahan stunting.


Program PMT berbahan pangan lokal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka kasus stunting yang masih berada di angka 21,6 persen dan angka kasus wasting yang masih di angka 7,7 persen.


Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan akibat masalah gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata tinggi badan normal anak-anak pada usia yang sama.


Selanjutnya, wasting adalah kondisi anak yang berat badannya menurun seiring waktu sehingga berat badannya jauh di bawah standar kurva pertumbuhan.


Maria mengatakan bahwa angka kasus stunting pada tahun 2022 berhasil diturunkan sebesar 2,8 persen dari tahun sebelumnya sedangkan angka kasus wasting selama kurun itu justru meningkat sebesar 0,6 persen.


“Maka dari itu, strateginya kita ubah dengan mengarahkan program ini kepada anak-anak yang wasting, yang berat badannya tidak naik,” katanya.


Dengan mengarahkan program pada anak-anak yang mengalami wasting. Targetnya stunting bisa dicegah sehingga angkanya dapat menurun.


Peluncuran Program PMT berbahan pangan lokal juga dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak di tingkat kabupaten/kota dalam upaya penanggulangan stunting, termasuk upaya perbaikan gizi ibu dan balita.

Pj Walikota Lhokseumawe dan Balita 

Nah, berikut makanan untuk mencegah stunting pada balita:

1. Tempe dan tahu

Tempe dan tahu adalah sumber protein nabati yang berbahan dasar dari kedelai. Setiap 100 gramnya, tempe mengandung protein sebanyak 14 gram, sedangkan tahu sebesar 10,9 gram protein. 


Selain itu, kedua makanan ini juga mengandung zat besi yang memiliki berbagai manfaat untuk tubuh anak. Mulai dari meningkatkan energi tubuh, meningkatkan sistem imun, dan menjaga kesehatan tulang.  


Dalam semangkuk atau setara 85 gram tempe, dapat mencukupi kebutuhan zat besi harian sebanyak 10 persen. Sementara itu, dengan porsi yang sama tahu dapat memenuhi 8 persen kebutuhan zat besi harian. 


Selain itu, ibu juga bisa menghubungi dokter anak di Halodoc mengenai jenis makanan yang baik untuk cegah stunting.


2. Kacang-kacangan

Anak-anak biasanya kurang menyukai kacang-kacangan. Padahal, kacang-kacangan adalah makanan alternatif yang baik untuk memenuhi kebutuhan protein pada balita. Kacang hijau contohnya, satu porsi atau setara 100 gram mengandung 8,7 gram protein.

Kacang hijau juga biasanya diberikan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita di posyandu. 


Selain kacang hijau, kacang tanah pun yang juga kaya nutrisi. Kacang tanah mengandung magnesium, folat, vitamin E, tembaga, dan arginin. Dalam seperempat cangkir porsi kacang tanah mengandung 9 gram protein, atau setara dengan 18 persen dari kebutuhan protein harian.

Selain dari pola makan, ketahui cara pencegahan stunting pada anak.


3. Telur

Untuk mencegah stunting tidak hanya anak yang perlu makanan bergizi, ibu pun juga harus mengonsumsi makanan bergizi.

Bumil dan busui dapat menambahkan sebutir telur sebagai sumber protein pada menu harian.

Telur mengandung asam amino yang baik untuk tubuh ibu dan bayi.


Telur juga mengandung selusin vitamin dan mineral termasuk kolin yang bagus untuk perkembangan otak bayi. Ingat, ibu harus mengonsumsi telur dalam keadaan matang untuk mencegah kontaminasi bakteri. 


4. Hati ayam

Hati ayam ternyata mengandung protein yang lebih tinggi dari daging ayam. Dalam 100 gram hati ayam mentah mengandung 27,4 protein, sedangkan daging ayam hanya 18,2 gram protein. 


Tidak hanya tinggi protein, hati ayam juga cenderung rendah kalori sehingga asupan hati ayam akan membuat kenyang lebih cepat dan bertahan lebih lama.


Hati ayam juga kaya vitamin B yang sangat baik untuk bumil dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Pada setiap 100 gram hati ayam mengandung 16,6 mcg vitamin B12, 0,9 mg vitamin B6, dan 0,36 mg vitamin B1.


5. Ikan

Ikan kembung adalah salah satu makanan yang baik untuk mencegah stunting pada anak. Meski harganya lebih murah daripada ikan lainnya, ikan kembung memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan ikan salmon.


Ikan kembung kaya akan sumber vitamin B2, B3, B6, B12, dan vitamin D. Ikan kembung bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan jantung, mencegah penyakit otak, dan menguatkan tulang.


Itulah beberapa jenis makanan bergizi dengan harga terjangkau yang dapat mencegah stunting pada balita. Jadi, ibu tidak perlu khawatir untuk memberikan nutrisi dan gizi terbaik untuk anak tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar. 


6. Buah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan untuk memasukkan buah sebagai salah satu menu bergizi untuk mencegah stunting.


Buah tidak perlu mahal, bisa pisang ambon ukuran sedang, ataupun jeruk manis berukuran kurang lebih 100 gram.


7. Sayuran

Sayuran juga merupakan komponen penting untuk mencegah stunting pada anak. Kemenkes RI merekomendasikan sayur bayam ataupun kacang panjang ke dalam menu harian. 

Bayam dapat melancarkan sistem pencernaan dan menyehatkan tulang dan gigi. Sedangkan kacang panjang berkhasiat sebagai sumber protein, menyeimbangkan gula darah, dan menurunkan risiko obesitas. (ADV)


Komentar Anda

Terkini: