Dinkes Lhokseumawe, Waspadai Kanker Mata yang Banyak Diidap Anak-anak

/ Jumat, 26 April 2024 / 07.04.00 WIB
Contoh kanker mata yang menyerang anak-anak 

POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE--MASALAH kesehatan mata banyak menimpa masyarakat di kota Lhokseumawe, tak hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Salah satu masalah masalah mata yang ternyata banyak dialami oleh anak-anak adalah kanker mata retinoblastoma.

Retinoblastoma merupakan kanker yang banyak dialami oleh anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Tak main-main, jenis kanker satu ini terbilang ganas bahkan menduduki peringkat kedua kanker paling mematikan setelah leukemia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Safwaliza melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Zulfikar M.Kes mengatakan kanker retinoblastoma tumbuh di retina lapisan dalam mata yang berperan krusial dalam penglihatan.

“Kadang kita samar sama bintitan, bedanya kalau tumbuh secara berulang dan di tempat yang sama, diindikasi itu tumor retinoblastoma, dan bisa jadi sangat ganas” ujar Zulfikar M.Kes.

Sementara dari aspek gejala, gejala dari retinoblastoma adalah mata miring yang disebabkan adanya benjolan yang tumbuh di dalam mata. Selain itu, munculnya bintik di pojok atau bola mata berwarna putih. Kalau titik itu semakin membesar dalam waktu singkat tandanya kanker semakin menyebar.

“Bisa juga ditandai dengan satu atau kedua mata yang menonjol keluar. Tak hanya itu, mata jereng tiba-tiba dan mata menyala seperti mata kucing saat malam hari juga tanda retinoblastoma,” jelas Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lhokseumawe.

Sambungnya, kondisi ini banyak dialami oleh anak-anak di usia di bawah 5 tahun. Hal ini dipicu oleh faktor genetik karena adanya kelainan kromosom. Ketika anak mengalami gejala yang disebutkan di atas, maka perlu dilakukan CT scan untuk mengetahui kondisi kanker jinak atau ganas.

“Kalau dokter mata mengetahui itu segera diperiksa, bisa dilaser sehingga mata bisa dipertahankan, bisa kemoterapi atau radiasi jangan sampai merugikan anak. Sebab ada kasus benjolan keluar dari mata dan kita angkat matanya,” tutur Zulfikar M.Kes.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat kota Lhokseumawe terutama para orang tua betapa pentingnya melakukan pemeriksaan sejak dini diperlukan. Belajar dari kasus yang ada, kanker retinoblastoma sudah bisa terlihat saat bayi sejak di dalam kandungan.

“Jadi kalau ada orang tua atau keluarga yang mengalami tumor retinoblastoma, harus segera waspada karena risikonya sangat besar untuk mengalami kondisi seperti itu,” pungkas Zulfikar.

Penyebab kanker pada organ mata belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi medis ini diduga karena adanya mutasi gen pada jaringan organ mata tersebut. Walau demikian, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker okular, di antaranya:

Malformasi kongenital, Mutasi gen pengendali pertumbuhan, Memiliki keluarga kandung dengan riwayat kanker mata, Kelainan metabolisme (hormon), Peradangan intraokuler, Trauma, Infeksi virus.

Memiliki warna mata terang, seperti biru atau hijau. Warna mata ini diketahui memiliki lebih sedikit pigmen sehingga rentan terkena dampak dari sinar UV yang berbahaya, Paparan sinar matahari dan ultraviolet (UV), Gaya hidup, seperti merokok, diet dan minum–minuman keras (alkohol)

Gejala Kanker Mata : Gejala awal kanker mata yang umum terjadi yaitu adanya masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur atau bahkan hilang secara tiba–tiba. Walau begitu, hal tersebut tidak selalu menjadi gejala awal dari kanker okular.

Di samping itu, Anda perlu mengenal gejala serta tanda–tanda kanker mata lain yang mungkin saja terjadi agar dapat mencegah kondisi medis ini supaya tidak semakin parah. Adapun ciri–ciri kanker mata di antaranya: 

Penglihatan kabur atau hilang secara tiba–tiba. Adanya benda–benda berterbangan (floaters) atau bintik yang terlihat oleh mata, Munculnya bintik gelap pada bagian iris mata.

Mata terlihat menonjol tidak normal, Mata merah atau konjungtivitis, Perdarahan pada bagian mata, terlihat seperti ada darah yang mengendap, Ukuran, warna atau bentuk pupil yang berubah, Muncul rasa nyeri saat tumor telah membesar di luar mata, demikian! (ADV)

Komentar Anda

Terkini: