Kepala SMAN 1 Saipar Dolok Hole Bunyan Marsus S.Pd
POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL– Suasana khidmat menyelimuti SMAN 1 Saipar Dolok Hole pada Jumat, 27 Februari 2026. Sejak mentari pagi mulai menghangatkan halaman sekolah, para siswa tampak berbaris rapi, mengenakan seragam dengan wajah yang teduh dan penuh antusias. Di tengah kesibukan akademik yang padat, pagi itu mereka berhenti sejenak untuk menundukkan hati dalam Sholat Dhuha berjamaah—sebuah rutinitas yang bukan sekadar agenda, melainkan ruang pembinaan jiwa.
Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menghadirkan ketenangan yang sulit digambarkan. Beberapa siswa mengaku merasakan suasana berbeda setiap kali mengikuti kegiatan ini. Bagi mereka, Jumat Religius bukan hanya tentang ibadah sunnah, tetapi juga tentang menemukan makna kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa syukur di tengah dinamika remaja yang penuh tantangan.
Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh ustadz . Dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh, ia mengajak para siswa memanfaatkan momentum bulan yang penuh berkah sebagai sarana memperbaiki diri—baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia. Pesan tentang pentingnya menjaga akhlak, menghormati orang tua dan guru, serta menjauhi perilaku negatif disampaikan dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan remaja.
Secara human interest, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sekolah berperan sebagai rumah kedua yang bukan hanya mengasah intelektual, tetapi juga merawat spiritualitas. Di sela-sela tausiyah, terlihat beberapa siswa mengangguk pelan, sebagian lainnya mencatat poin-poin penting. Momen tersebut menjadi cerminan bahwa nilai-nilai kebaikan masih menemukan ruang subur di lingkungan pendidikan.
Kepala sekolah, Bunyan Marsus, S.Pd., menegaskan bahwa program Jumat Religius merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun generasi berintegritas. Menurutnya, kecerdasan akademik perlu ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual agar siswa mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana. “Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat,” ujarnya.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan holistik yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Pembiasaan ibadah berjamaah dan ceramah agama diyakini mampu menciptakan iklim sekolah yang harmonis serta meminimalkan perilaku menyimpang. Dalam jangka panjang, nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam kehidupan para siswa.
Melalui Jumat Religius, SMAN 1 Saipar Dolok Hole menunjukkan bahwa sinergi antara akademik dan spiritualitas bukanlah dua hal yang terpisah. Di halaman sekolah sederhana itu, harapan tentang lahirnya generasi cerdas, santun, dan berintegritas terus dipupuk—dari doa-doa yang dilangitkan bersama, menuju masa depan yang lebih bermakna bagi masyarakat.(PS/BERMAWI)


