Terkuak! Pelaku Pembunuhan Anak di Aceh Tenggara Ditangkap, Publik Desak Polisi Buka Motif dan Hasil Autopsi

/ Sabtu, 16 Mei 2026 / 13.57.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Misteri hilangnya seorang anak di Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, yang sempat menggemparkan masyarakat akhirnya terkuak. Jajaran Satreskrim Polres Aceh Tenggara berhasil mengungkap kasus tragis kekerasan terhadap anak yang berujung pada meninggalnya korban, sekaligus mengamankan pelaku yang diduga kuat sebagai pelaku utama. Namun hingga kini, motif di balik tindakan tersebut masih menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Kasus memilukan ini menjadi perhatian serius publik setelah korban dilaporkan hilang selama kurang lebih 10 hari. Setelah dilakukan pencarian intensif dan penyelidikan mendalam, aparat kepolisian akhirnya berhasil membongkar fakta di balik hilangnya korban.

Peristiwa nahas itu diketahui terjadi pada Rabu, 29 April 2026 sekira pukul 14.30 WIB di kawasan kebun kakao milik warga di Desa Pintu Khimbe, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras personel Satreskrim Polres Aceh Tenggara yang melakukan penyelidikan secara maraton melalui pendalaman keterangan saksi-saksi, olah tempat kejadian perkara, hingga pengumpulan alat bukti yang mengarah kepada pelaku.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pasang sandal warna putih, satu buah topi hitam bertuliskan “Jeep”, serta satu helai celana jeans pendek warna biru.

Saat ini, tersangka berinisial MDS (37), warga Desa Pintu Khimbe, telah diamankan di Mapolres Aceh Tenggara guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tenggara melalui Kasat Reskrim Iptu Zery Irfan, S.H., M.H. menegaskan bahwa pihaknya akan menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan.

 "Ini merupakan kasus yang sangat memprihatinkan. Tindakan tersangka sangat tidak manusiawi. Kami memastikan proses hukum berjalan maksimal dan motif pelaku masih terus kami dalami agar seluruh fakta dapat terungkap secara terang benderang," tegasnya.

Menanggapi perkembangan kasus tersebut, Ketua Aliansi Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah, mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengamankan tersangka. Namun ia menilai publik masih menunggu penjelasan lebih rinci terkait motif pelaku serta hasil autopsi korban.

 "Betul, memang tersangka sudah diamankan. Tapi yang menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat saat ini, apa sebenarnya penyebab ataupun motif tersangka tega melakukan kekerasan terhadap anak hingga menyebabkan kematian. Ini harus dibuka secara terang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," ujar Dahrinsyah kepada poskotasumatra.com, Sabtu (16/05/2026). 

Ia juga secara tegas meminta pihak Polres Aceh Tenggara untuk segera menyampaikan hasil autopsi korban kepada publik sebagai bentuk keterbukaan informasi dalam penanganan perkara tersebut.

 "Kami juga meminta kepada pihak Polres Aceh Tenggara agar hasil autopsi korban dapat segera disampaikan secara resmi. Masyarakat perlu mengetahui fakta medis terkait penyebab kematian korban agar kasus ini benar-benar terang dan tidak menimbulkan berbagai asumsi liar," tegasnya.

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan kejelasan atas tragedi yang telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap anak serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar guna mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: