Ketidakadilan diduga telah menjadi “makanan sehari-hari” bagi masyarakat kecil di desa ini. Warga menuding aparat desa melakukan tebang pilih dalam penyaluran bantuan pemerintah. Ironisnya, bantuan UMKM yang seharusnya menyasar pelaku usaha kecil demi menyambung hidup, diduga justru mengalir ke tangan oknum yang sama sekali tidak memiliki usaha.
“Kami melihat dengan mata kepala sendiri, ada yang punya usaha tapi tidak dapat apa-apa. Sementara yang tidak punya usaha justru namanya keluar sebagai penerima. Ini jelas pilih kasih, hanya yang dekat dengan aparat desa saja yang diperhatikan,” cetus salah seorang warga dengan nada bergetar saat sesi wawancara.
Tak hanya soal bantuan sosial, borok birokrasi di Desa Sipan diduga merembet hingga ke urusan administrasi pertanahan. Warga mengeluhkan adanya dugaan pengutipan liar (pungli) dalam pengurusan surat tanah.
Keresahan warga semakin memuncak karena sistem “tarif” yang tidak jelas. Ada warga yang dimintai biaya dengan nominal yang sudah dipatok secara sepihak, namun yang lebih parah, ada pula pengutipan tanpa patokan harga yang transparan, sehingga warga merasa diperas di tengah kesulitan ekonomi.
Di hadapan para jurnalis, puluhan warga yang hadir secara serentak menyampaikan pesan terbuka kepada Bupati Tapanuli Tengah. Mereka menilai kepemimpinan Kepala Desa dan aparatnya saat ini sudah tidak lagi berpihak pada rakyat, melainkan pada kepentingan kelompok tertentu.
Adapun Poin-poin tuntutan warga Desa Sipan:
Audit Investigasi: Meminta Pemkab Tapanuli Tengah mengusut tuntas data penerima bantuan UMKM dan bansos lainnya agar tepat sasaran.
Berantas Pungli: Menghentikan segala bentuk kutipan tidak resmi dalam pengurusan surat-surat tanah.
Copot Jabatan: Mendesak Bupati segera mengevaluasi dan mengganti Kepala Desa serta aparat desa yang diduga menyalahgunakan wewenang.
“Kami sudah lelah hanya jadi penonton di desa sendiri. Kami minta Pak Bupati, tolong dengar suara kami! Jangan biarkan oknum-oknum ini terus menindas warga kecil. Ganti mereka dengan orang yang benar-benar mau mengabdi untuk rakyat, bukan untuk memperkaya diri atau kelompoknya,” tegas Sipan Purba (HP) yang diamini oleh seluruh warga yang hadir.
Kehadiran puluhan warga yang antusias menyambut awak media ini menunjukkan betapa besarnya harapan mereka akan adanya perubahan. Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk segera turun tangan membenahi kemelut di Desa Sipan sebelum kepercayaan masyarakat benar-benar hilang. (PS/JHON)
