Khutbah Hari Raya Idul Adha di Mesjid Agung Islamic Center : Perjuangan Berat Nabi Ibrahim AS dalam Melaksanakan Perintah Allah SWT

/ Rabu, 27 Mei 2026 / 16.03.00 WIB
Wali Kota, Wakil Walikota, seluruh unsur Forkopimda dan ribuan jamaah sholat hari Raya Iduladha di Mesjid Islamic Center Lhokseumawe Rabu 27 Mei 2026. FOTO | DAHLAN AMRY 

POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE – Kisah Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu teladan terbesar dalam sejarah umat manusia. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki keimanan luar biasa, kesabaran yang kokoh, serta ketaatan tanpa batas kepada Allah SWT. Berbagai ujian berat dihadapi Nabi Ibrahim sepanjang hidupnya, namun semuanya dijalani dengan penuh keikhlasan demi meraih ridha Allah.

Perjalanan dakwah Nabi Ibrahim tidaklah mudah. Sejak muda, beliau telah menentang penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaumnya, termasuk ayahnya sendiri. Dengan penuh keberanian, Nabi Ibrahim mengajak masyarakat untuk menyembah Allah SWT semata. Akibat keteguhannya itu, beliau mendapat penolakan, ancaman, hingga hukuman yang sangat berat, demikian disampaikan oleh khatib sholat Iduladha Tgk. Umar di Mesjid Agung Islamic Center, Rabu 27 Mei 2026.

Menurutnya, Salah satu ujian terbesar yang pernah dihadapi Nabi Ibrahim adalah ketika beliau dibakar hidup-hidup oleh Raja Namrud dan para pengikutnya. Namun, atas kuasa Allah SWT, api yang berkobar hebat itu berubah menjadi dingin dan tidak membahayakan dirinya. Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada hamba-Nya yang beriman dan bertawakal.

Ujian berikutnya yang tidak kalah berat adalah ketika Nabi Ibrahim harus meninggalkan istrinya, Siti Hajar, bersama putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, di sebuah lembah tandus yang kini dikenal sebagai Kota Makkah. Tanpa keraguan, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah tersebut meskipun hatinya dipenuhi rasa haru dan kasih sayang kepada keluarganya.

Puncak dari seluruh ujian itu terjadi ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail AS. Perintah tersebut tentu sangat berat bagi seorang ayah. Ismail bukan hanya anak yang lama dinantikan, tetapi juga harapan dan kebanggaan keluarga. Namun karena kecintaannya kepada Allah melebihi segala-galanya, Nabi Ibrahim tetap berusaha menjalankan perintah tersebut, tutur Tgk. Umar asal Banda Aceh ini.

Yang luar biasa, Nabi Ismail AS juga menunjukkan ketaatan yang sama. Dengan penuh keteguhan, ia menerima perintah Allah dan meminta ayahnya untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan. Ketika keduanya telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah, turunlah rahmat-Nya dengan menggantikan Ismail menggunakan seekor kibas sebagai kurban.

Peristiwa agung ini kemudian menjadi dasar syariat ibadah kurban yang dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Iduladha. Ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol keikhlasan, pengorbanan, serta ketaatan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa setiap ujian hidup memiliki hikmah besar di baliknya. Keteguhan iman, kesabaran, dan kepatuhan terhadap perintah Allah merupakan kunci untuk meraih keberkahan hidup. Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim hendaknya menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Melalui momentum Iduladha, umat Islam diajak untuk meneladani perjuangan Nabi Ibrahim AS, memperkuat kepedulian sosial, serta mengutamakan ketaatan kepada Allah di atas kepentingan duniawi. Karena sejatinya, pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi jalan menuju kemuliaan di sisi Allah SWT. (PS |DAMRY)

Komentar Anda

Terkini: