Pemkab Tapanuli Utara Apresiasi Keberhasilan Ketahanan Pangan Desa Hutalontung, BUMDes Saurdot Dinilai Jadi Role Model

/ Kamis, 21 Mei 2026 / 21.03.00 WIB

 

Poskotasumatera.com | Tapanuli Utara — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Saurdot di Desa Hutalontung, Kecamatan Muara. Keberhasilan tersebut ditandai dengan suksesnya Panen Raya Ikan Nila pada Keramba Jaring Apung (KJA) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Tapanuli Utara, , Rabu (20/05/2026).

Kegiatan panen raya yang berlangsung di Dusun Lumbantonga-tonga itu menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana desa yang tepat sasaran mampu menghadirkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Di tengah tantangan sektor pertanian dan keterbatasan lahan, Desa Hutalontung justru mampu menunjukkan inovasi melalui pengembangan budidaya ikan nila berbasis potensi kawasan Danau Toba.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas profesionalisme pengelolaan BUMDes Saurdot yang dinilai memiliki orientasi usaha yang jelas dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tata kelola yang sehat serta pemanfaatan anggaran yang benar-benar difokuskan pada sektor produktif.

“Saya mengapresiasi tata kelola BUMDes ini. Anggarannya benar-benar menyentuh aspek produktif, bukan habis di biaya sumber daya manusia. BUMDes Saurdot ini harus menjadi contoh dan role model bagi BUMDes-BUMDes lainnya di Kabupaten Tapanuli Utara,” tegas Wakil Bupati.

Ia menilai keberhasilan budidaya ikan nila melalui KJA menjadi bukti bahwa desa mampu membangun kemandirian ekonomi apabila potensi lokal dikelola secara serius dan berbasis bisnis. Pemanfaatan kawasan Danau Toba sebagai sentra perikanan dinilai sangat strategis dalam mendukung program ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memperkuat pengembangan usaha tersebut, Wakil Bupati meminta Dinas Ketahanan Pangan agar aktif memfasilitasi kebutuhan pelaku usaha, terutama dalam menekan biaya produksi yang selama ini menjadi tantangan utama budidaya ikan. Salah satu langkah yang didorong yakni penyediaan bibit unggul serta penyusunan formulasi pakan alternatif yang lebih murah namun tetap berkualitas.

Selain itu, pengelola BUMDes juga didorong memanfaatkan akses permodalan melalui guna memperluas kapasitas usaha dan meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Hutalontung, , menjelaskan bahwa BUMDes Saurdot saat ini mengelola dua unit usaha utama, yakni sektor pariwisata melalui homestay dan sektor ketahanan pangan melalui budidaya ikan nila.

Ia menyebutkan bahwa kondisi geografis desa yang tidak memiliki lahan persawahan menjadi alasan utama pemerintah desa memilih pengembangan perikanan darat sebagai program unggulan. Langkah tersebut kini terbukti mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Direktur BUMDes Saurdot, , mengungkapkan bahwa program budidaya ikan nila tersebut didukung melalui penyertaan Dana Desa Tahun 2025 sebesar Rp259 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan empat unit keramba jaring apung lengkap dengan bibit dan pakan ikan.

Dari hasil panen yang telah berlangsung dalam dua gelombang, total produksi ikan nila mencapai 2.337 kilogram, terdiri dari panen pertama sebanyak 1.542 kilogram dan panen kedua sebanyak 795 kilogram. Saat ini, masih terdapat dua unit keramba lagi yang belum dipanen dan diperkirakan akan menambah hasil produksi berikutnya.

Keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar serta membantu memenuhi kebutuhan pangan lokal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas PMD , Kadis Kominfo , Kasat Pol PP , unsur Dinas Ketahanan Pangan, Camat Muara, tokoh masyarakat, serta warga Desa Hutalontung yang antusias mengikuti panen raya tersebut.

Komentar Anda

Terkini: