Kepala MTsN 3 Tapanuli Selatan H.Oloan Harahap S Pd turun tangan Mengangkat Kayu Dari Sungai
POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan terus diwujudkan oleh MTsN 3 Tapanuli Selatan melalui aksi gotong royong membersihkan aliran Sungai Garoga. Kegiatan yang melibatkan kepala madrasah, dewan guru, staf tata usaha, menjadi bentuk nyata implementasi Program Asta Protas Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai Ekoteologi yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Kepala MTsN 3 Tapanuli Selatan, H. Oloan Harahap, S.Pd., menyampaikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral sekaligus spiritual. Menurutnya, ajaran agama mengajarkan manusia untuk menjadi khalifah di bumi yang berkewajiban merawat, menjaga, dan melestarikan alam sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa.Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Secara ilmiah, kebersihan sungai memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sungai yang bebas dari sampah dan limbah dapat mendukung kualitas air yang lebih baik, menjaga keberlangsungan habitat berbagai organisme, serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Selain itu, aliran sungai yang bersih juga mampu mengurangi risiko banjir akibat penyumbatan yang sering terjadi karena penumpukan sampah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bergotong royong mengangkat sampah plastik, ranting pohon, dan berbagai material lain yang menghambat aliran Sungai Garoga. Dengan penuh semangat kebersamaan, seluruh warga madrasah bekerja sama membersihkan area sungai sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menanamkan budaya hidup bersih dan sehat.
Program Ekoteologi yang digagas Kementerian Agama sendiri bertujuan membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kebutuhan sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan ini menekankan bahwa pelestarian alam merupakan bentuk ibadah yang harus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keseimbangan kehidupan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Kegiatan di Sungai Garoga juga menjadi sarana edukasi yang efektif bagi para peserta didik. Melalui keterlibatan langsung dalam aksi lingkungan, siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pentingnya konservasi alam dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pembelajaran seperti ini dinilai mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan yang tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui aksi nyata tersebut, MTsN 3 Tapanuli Selatan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Dengan mengusung semangat “Bersama Menjaga Alam, Bersama Menjaga Masa Depan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara nilai agama, pendidikan, dan kepedulian lingkungan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak, aksi ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat luas untuk terus menjaga kelestarian alam demi masa depan yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan. (PS/BERMAWI)


