Azhari Cage Tegaskan Aceh Tak Boleh Lagi Jadi Penonton di Negeri Sendiri

/ Sabtu, 13 Juni 2026 / 08.26.00 WIB

Azhari Cage, S.IP,

POSKOTASUMATRA.COM|BANDA ACEH—Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, S.IP, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pengelolaan sumber daya alam Aceh, khususnya terkait potensi Gas Andaman yang saat ini menjadi perhatian nasional. Ia menegaskan bahwa Aceh tidak boleh kembali mengalami nasib seperti pada era eksploitasi LNG Arun, ketika kekayaan alam melimpah namun manfaatnya dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Azhari Cage dalam sebuah rapat bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (9/6/2026). Dalam forum tersebut, ia mengingatkan pemerintah pusat agar menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran penting dalam mengelola sumber daya energi di Aceh.

Menurut Azhari, masyarakat Aceh memiliki pengalaman pahit sejak dekade 1970-an saat gas alam Arun dieksploitasi secara besar-besaran. Meski memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, banyak masyarakat Aceh yang merasa hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

“Jangan sampai sejarah terulang kembali. Potensi Gas Andaman harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat Aceh, baik melalui lapangan kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pembangunan daerah,” tegasnya.

Azhari juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Aceh dalam setiap proses pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus memastikan bahwa daerah penghasil memperoleh manfaat yang proporsional dari kekayaan yang dimiliki.

Ia berharap pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat Aceh, sehingga potensi besar yang dimiliki wilayah tersebut benar-benar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat memperjuangkan hak daerah, Azhari Cage menegaskan bahwa Aceh harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan berbasis sumber daya alamnya sendiri, bukan sekadar menjadi penonton ketika kekayaan daerah dikelola oleh pihak lain.

“Aceh harus mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari setiap tetes sumber daya yang dihasilkan dari bumi Serambi Mekkah,” pungkasnya.(PS|IMAM)

Komentar Anda

Terkini: