POSKOTASUMATERA.COM | HUMBAHAS – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Per Jenis Bencana yang dilaksanakan di UPT SMP Negeri 035 Sihotang Hasugian Tonga, Kecamatan Parlilitan, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Mengingat Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki kondisi geografis yang berbukit dan berada di kawasan yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti longsor, banjir, angin kencang, serta gempa bumi, edukasi kebencanaan dinilai sangat penting diberikan sejak usia dini.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD Humbang Hasundutan, Bernard Maori Simamora, ST, MSi, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.
Menurutnya, pengetahuan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi kebutuhan orang dewasa, tetapi juga harus dipahami oleh para pelajar agar mereka mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi di lingkungan mereka. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman tentang langkah-langkah penyelamatan diri, tindakan pencegahan, hingga upaya pemulihan pascabencana," ujar Bernard Maori Simamora.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Humbang Hasundutan Okto Gunawan Nababan, Kasi Kesiapsiagaan Roy Gunawan Aritonang, serta sejumlah staf BPBD yang bertindak sebagai narasumber dan fasilitator.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan berbagai jenis bencana, faktor penyebab terjadinya bencana, upaya mitigasi risiko, penyusunan rencana evakuasi, pentingnya kesiapsiagaan keluarga, hingga tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali tanda-tanda awal bencana serta memahami jalur evakuasi yang aman. Dengan demikian, ketika terjadi keadaan darurat, mereka dapat mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk menyelamatkan diri maupun membantu orang lain di sekitarnya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mengikuti simulasi sederhana terkait langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.
Menurut pihak sekolah, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru bagi peserta didik sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
BPBD Humbang Hasundutan menilai bahwa sekolah merupakan salah satu tempat yang sangat strategis untuk menanamkan budaya sadar bencana. Selain menjadi pusat pendidikan, sekolah juga berperan sebagai sarana pembentukan karakter dan perilaku siswa yang peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan.
Tidak hanya itu, para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan agen informasi di tengah masyarakat. Pengetahuan yang mereka peroleh dari kegiatan sosialisasi dapat diteruskan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sehingga edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di sejumlah sekolah tingkat SMP di Kecamatan Pakkat, yakni UPT SMP Negeri 030 Purba Baringin, UPT SMP Negeri 029 Rura Tanjung, UPT SMP Negeri 028 Rura Aek Sopang, UPT SMP Negeri 027 Pakkat Hauagong, serta SMP Swasta Santa Maria Pakkat.
Sementara di Kecamatan Parlilitan, kegiatan sosialisasi juga telah digelar di UPT SMP Negeri 036 Sihotang Hasugian Dolok dan UPT SMP Negeri 037 Pusuk I. Dengan pelaksanaan di UPT SMP Negeri 035 Sihotang Hasugian Tonga, BPBD semakin memperluas cakupan edukasi kebencanaan bagi pelajar di wilayah Humbang Hasundutan.
Program ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), khususnya pada sektor penanggulangan bencana.
Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap terbentuk generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap risiko bencana, mampu melakukan tindakan mitigasi secara mandiri, serta memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mewujudkan daerah yang tangguh terhadap bencana.
Dengan semakin luasnya jangkauan program edukasi kebencanaan yang dilaksanakan BPBD, diharapkan seluruh pelajar di Kabupaten Humbang Hasundutan dapat memiliki pemahaman yang baik mengenai mitigasi bencana, sehingga risiko kerugian dan korban jiwa akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin di masa mendatang. (PS/B.Nababan)
