DLH Aceh Tenggara Tegaskan Dapur MBG Wajib Miliki IPAL Domestik Sesuai Standar BGN

/ Jumat, 19 Juni 2026 / 12.09.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tenggara menegaskan bahwa setiap dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Penegasan tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan di lapangan yang menunjukkan masih adanya dapur MBG yang belum dilengkapi sistem pengolahan limbah domestik sebagaimana diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tenggara, Ahmad Yani, SH., MM., mengatakan bahwa keberadaan IPAL domestik merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program MBG sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup di sekitar lokasi dapur.

“Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan gizi anak-anak. Namun, pelaksanaannya juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Keberadaan IPAL domestik menjadi syarat penting agar limbah cair dari aktivitas dapur tidak mencemari lingkungan sekitar dan tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Ahmad Yani, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, limbah cair yang dihasilkan dari proses memasak, pencucian bahan makanan, maupun peralatan dapur harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

DLH Aceh Tenggara mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program prioritas nasional. Namun demikian, seluruh pengelola dapur MBG diminta untuk memenuhi ketentuan teknis dan administrasi, termasuk terkait pengelolaan limbah domestik dan sanitasi lingkungan.

“Jangan sampai tujuan mulia program ini justru menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan. Karena itu, kami mengimbau seluruh pengelola dapur MBG agar segera melengkapi fasilitas IPAL domestik dan memastikan sistem pengelolaannya berfungsi dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selain pembangunan IPAL, DLH juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah dapur, kebersihan lingkungan kerja, serta pemantauan kualitas limbah secara berkala untuk memastikan seluruh aktivitas operasional dapur MBG berjalan sesuai standar kesehatan dan lingkungan.

DLH Aceh Tenggara berharap seluruh pihak yang terlibat dalam Program MBG dapat bekerja sama memenuhi standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional, sehingga program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

“Keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga dari bagaimana program tersebut dijalankan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan,” pungkas Ahmad Yani. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: