POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Tenggara mencatat prestasi membanggakan dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Berdasarkan laporan progres PAD hingga April 2026, DPMPTSP menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan capaian tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Dari target PAD sebesar Rp110 juta yang ditetapkan pada tahun anggaran 2026, DPMPTSP berhasil merealisasikan sebesar Rp104.547.133 atau mencapai 95,04 persen. Capaian tersebut menempatkan DPMPTSP sebagai OPD terdepan dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah, meski tahun anggaran masih berjalan.
Kepala DPMPTSP Aceh Tenggara, Nazmi Desky, SKM, M.AP, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan perizinan serta mengoptimalkan potensi pendapatan yang menjadi kewenangan instansinya.
"Alhamdulillah, hingga April 2026 realisasi PAD DPMPTSP sudah mencapai 95,04 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran DPMPTSP yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pelaku usaha," ujar Nazmi Desky.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif sehingga mendorong pertumbuhan usaha yang berdampak pada peningkatan penerimaan daerah.
"Kami tidak ingin berpuas diri. Justru capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Dengan pelayanan yang baik, kami berharap semakin banyak investasi yang masuk ke Aceh Tenggara dan pada akhirnya memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD," katanya kepada Poskotasumatra.com, Rabu (17/6/2026).
Nazmi Desky menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha agar seluruh proses perizinan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta mampu memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk unsur pemuda. Ketua Sepuluh Pemuda Aceh Tenggara, Dahrinsyah, menilai keberhasilan DPMPTSP menunjukkan bahwa pengelolaan sektor perizinan yang profesional dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah.
"Kami mengapresiasi kinerja DPMPTSP Aceh Tenggara di bawah kepemimpinan Bapak Nazmi Desky yang mampu mencatatkan capaian PAD hingga 95,04 persen hanya dalam empat bulan pertama tahun 2026. Ini menunjukkan adanya keseriusan dan komitmen dalam menggali potensi pendapatan daerah," ujar Dahrinsyah.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh OPD pengelola PAD untuk terus menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang dimiliki daerah.
"PAD merupakan salah satu penopang utama pembangunan daerah. Karena itu, kami berharap seluruh OPD dapat mengikuti semangat dan kinerja yang ditunjukkan DPMPTSP agar target PAD Kabupaten Aceh Tenggara dapat tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan," tambahnya.
Menurut Dahrinsyah, meningkatnya PAD akan berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat.
"Semakin tinggi PAD yang berhasil dihimpun, maka semakin besar pula kemampuan daerah untuk membiayai pembangunan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pemerintah pusat. Ini tentu menjadi harapan bersama demi kemajuan Aceh Tenggara," tutupnya.
Dengan capaian yang hampir menyentuh target tahunan hanya dalam kurun waktu empat bulan, DPMPTSP Aceh Tenggara menunjukkan bahwa optimalisasi pelayanan publik dan pengelolaan potensi daerah dapat menjadi kunci dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (PS/ASP)
