Hadiri Pembukaan PIISU ke-12 Dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Humbahas Tegaskan Komitmen Sukseskan SE2026 Dan Dorong UMKM Naik Kelas

/ Jumat, 12 Juni 2026 / 06.07.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM | HUMBAHAS,-Gubernur Sumatera Utara, , secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) ke-12 yang dirangkaikan dengan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Sumatera Utara di Open Stage Parapat, Kabupaten , Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi dan Kolaborasi Menuju UMKM Sumut Berkah” tersebut dihadiri oleh para kepala daerah se-Sumatera Utara, unsur pemerintah pusat dan daerah, perwakilan dunia usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Humbang Hasundutan, , bersama para kepala daerah lainnya, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Kepala BPS Sumatera Utara, serta sejumlah perwakilan instansi vertikal dan pelaku usaha dari berbagai sektor.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara menegaskan bahwa penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi prioritas seluruh pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan menarik minat investasi.

Menurut Bobby Nasution, pembinaan UMKM tidak cukup hanya dilakukan secara umum, tetapi harus berbasis data dan analisis yang terukur sehingga dapat diketahui potensi, kelemahan, serta peluang pengembangannya. Dengan pendekatan yang tepat, UMKM dapat naik kelas, memiliki daya saing yang lebih kuat, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ia menekankan bahwa UMKM harus didorong untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, manajemen usaha, serta kemampuan pemasaran agar mampu menjalin kemitraan dengan perusahaan yang lebih besar. Dengan demikian, keberadaan UMKM tidak hanya menjadi pelaku ekonomi skala kecil, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan.

“Pengembangan UMKM harus menjadi perhatian bersama. Potensi yang dimiliki daerah-daerah di Sumatera Utara sangat besar. Jika dikelola dengan baik, didukung inovasi dan kolaborasi, maka UMKM dapat menjadi daya tarik investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Bobby Nasution menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Inovasi harus terus didorong agar produk dan layanan yang dihasilkan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.

Selain membuka PIISU ke-12, Gubernur Sumatera Utara juga mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) tingkat Provinsi Sumatera Utara. Program nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut bertujuan menghasilkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir sebagai dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.

Menurutnya, keberadaan data yang valid sangat penting bagi pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan yang tepat sasaran. Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi usaha, potensi ekonomi, struktur perekonomian, serta perkembangan sektor-sektor usaha di berbagai daerah.

“Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan. Karena itu, saya mengajak seluruh kepala daerah di Sumatera Utara untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan. Bupati menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk mendukung penuh dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui kerja sama yang erat dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Humbang Hasundutan serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Bupati, keberhasilan pelaksanaan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pelaku usaha, serta masyarakat secara keseluruhan.

"Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan siap bersinergi dengan BPS dalam mendukung seluruh tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kami akan melakukan koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan agar pelaksanaan pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas," ujar Bupati.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan telah mengambil langkah awal dengan menerbitkan surat edaran kepada seluruh perangkat daerah dan pihak terkait agar turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan SE2026 di wilayah Humbahas.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Melalui sosialisasi yang masif, diharapkan masyarakat dan pelaku usaha dapat memahami manfaat sensus bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Bupati Oloan P. Nababan juga mengajak seluruh pelaku usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah maupun usaha berskala besar, untuk memberikan dukungan penuh kepada petugas sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Data yang diperoleh dari masyarakat dan pelaku usaha akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan ekonomi, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Mari kita sambut petugas sensus dengan baik dan berikan informasi yang benar serta lengkap. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi pijakan penting dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah maupun nasional,” ajak Bupati.

Pelaksanaan PIISU ke-12 dan pencanangan SE2026 di Parapat menjadi momentum penting bagi Sumatera Utara untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing UMKM, serta menghadirkan data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BPS, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses serta menghasilkan data yang mampu mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran demi terwujudnya Sumatera Utara yang maju, unggul, dan berdaya saing. (PS/B.Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: