POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Komitmen memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah terus diperkuat oleh pemerintah daerah di Sumatera Utara. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pembangunan sinergi dan kolaborasi antardaerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di bidang pertanian yang berlangsung di Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Jumat (19/6/2026).
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan antardaerah yang selama ini telah terjalin dengan baik, sekaligus menjadi langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat rantai distribusi komoditas, serta menjaga stabilitas harga yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yang hadir dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba. Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sabar H. Purba,
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tukka Siahaan, Kepala Bagian Hukum Syahrizal Simamora, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Mariani Sinaga, Sekretaris Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Manongam Pasaribu, serta sejumlah pejabat dan staf terkait lainnya.
Kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan disambut hangat oleh Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga bersama Sekretaris Daerah Sofyan Adil, para asisten, kepala bagian, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif mewarnai pertemuan tersebut. Kedua pemerintah daerah menunjukkan kesamaan pandangan bahwa tantangan pembangunan ke depan tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat, terarah, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Menurutnya, kerja sama antardaerah merupakan instrumen penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah, khususnya yang berbasis sektor pertanian.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi salah satu sektor utama yang menopang kehidupan masyarakat di kedua daerah.
Oleh karena itu, segala upaya yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian perlu terus didorong melalui berbagai inovasi dan kolaborasi.
“Kerja sama ini merupakan langkah yang sangat baik dan strategis. Dengan adanya sinergi yang kuat antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Humbang Hasundutan, kita berharap berbagai potensi yang dimiliki kedua daerah dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jafar Syahbuddin Ritonga, ketahanan pangan saat ini menjadi isu yang sangat penting, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga secara nasional bahkan global.
Berbagai dinamika ekonomi dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara bersama.
Karena itu, kerja sama antardaerah dipandang sebagai salah satu solusi yang efektif untuk menjaga ketersediaan pangan, memperkuat distribusi komoditas, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi semata, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam memastikan hasil produksi tersebut dapat terserap pasar dengan baik sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.
“Pada akhirnya yang ingin kita capai adalah kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian. Karena itu, kerja sama seperti ini harus terus diperluas dan diperkuat,” katanya.
Sementara itu, mewakili Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ia mengatakan bahwa kerja sama yang terjalin antara kedua daerah merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, tangguh, dan berkelanjutan.
Menurut Martogi Purba, Kabupaten Humbang Hasundutan selama ini dikenal sebagai salah satu daerah sentra pertanian di Sumatera Utara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai komoditas unggulan, mulai dari hortikultura, tanaman pangan hingga komoditas strategis lainnya.
Potensi tersebut perlu didukung dengan sistem pemasaran dan distribusi yang kuat agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi para petani.
“Bapak Bupati Humbang Hasundutan selalu menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah lain, untuk memperkuat sektor pertanian.
Melalui kerja sama ini, kita berharap tercipta sinergi yang saling menguntungkan dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Martogi.
Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian daerah. Selain menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat, sektor ini juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.
Karena itu, penguatan sektor pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produktivitas, penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan sistem distribusi dan pemasaran hasil pertanian.
Martogi menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah telah melakukan pembahasan mendalam mengenai berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara bersama, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Hasil pembahasan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyusunan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama yang secara resmi ditandatangani di Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Ini menunjukkan bahwa komunikasi dan koordinasi yang telah dibangun selama ini berjalan dengan baik. Apa yang dibahas pada pertemuan sebelumnya kini telah diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang konkret,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, kedua daerah berkomitmen untuk memperkuat pengelolaan sektor pertanian melalui berbagai program dan kegiatan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok pangan sehingga distribusi komoditas pertanian dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Dengan sistem distribusi yang lebih baik, diharapkan pasokan komoditas strategis dapat tetap terjaga sehingga mampu mengurangi risiko terjadinya gejolak harga yang berpotensi memicu inflasi.
Dalam konteks pengendalian inflasi, sektor pangan memang menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan. Kenaikan harga berbagai komoditas pangan sering kali menjadi penyumbang utama inflasi di daerah.
Oleh karena itu, upaya menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah.
Kerja sama antara Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung upaya tersebut.
Melalui kolaborasi yang erat, kedua daerah dapat saling mendukung dalam pemenuhan kebutuhan komoditas tertentu, memperkuat akses pasar, serta menciptakan sistem perdagangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi para petani untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Dengan terbukanya akses pasar yang lebih luas, hasil pertanian yang diproduksi petani dapat terserap dengan lebih baik sehingga memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama dari setiap kebijakan dan program pembangunan.
Bagi Kabupaten Humbang Hasundutan maupun Kabupaten Tapanuli Selatan, sektor pertanian bukan hanya sekadar sektor ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, berbagai upaya penguatan sektor pertanian harus terus dilakukan agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah sekaligus penopang ketahanan pangan masyarakat.
Penandatanganan kerja sama ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, penguatan kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi yang dinilai mampu meningkatkan daya tahan ekonomi lokal sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Ke depan, kedua pemerintah daerah berharap kerja sama yang telah disepakati dapat segera diimplementasikan melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Mulai dari peningkatan produksi pertanian, pengembangan jaringan distribusi pangan, pertukaran informasi dan teknologi pertanian, hingga penguatan kapasitas petani dan kelembagaan pertanian menjadi bagian dari agenda yang akan terus dikembangkan.
Dengan semangat kebersamaan, saling mendukung, dan saling menguatkan, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Selatan optimistis kerja sama ini akan menjadi model kolaborasi antardaerah yang sukses dalam mendukung ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai melalui sinergi yang kuat, komunikasi yang baik, dan komitmen bersama untuk menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. (PS/B.Nababan)
