Ketua DPRK Lhokseumawe Dukung Penuh Langkah Mualem: Gas Andaman Harus Dikelola di KEK Arun Demi Kesejahteraan Rakyat Aceh

/ Selasa, 02 Juni 2026 / 02.17.00 WIB

POSKOTASUMATRA .COM|LHOKSEUMAWE– Ketua DPRK Lhokseumawe, Faisal Haji Isa, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang telah menyurati Pemerintah Pusat dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memperjuangkan agar gas dari Blok South Andaman diproses dan dikelola melalui fasilitas darat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe.

Menurut Faisal Haji Isa, langkah yang diambil Gubernur Aceh merupakan bentuk keberpihakan nyata terhadap kepentingan masyarakat Aceh agar kekayaan alam yang dimiliki daerah tidak hanya menjadi komoditas yang dieksploitasi, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendorong kebangkitan industri Aceh.

“DPRK Lhokseumawe mendukung penuh perjuangan Mualem untuk memastikan gas Andaman tidak hanya diambil dari bumi Aceh, tetapi juga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh. KEK Arun memiliki infrastruktur, sejarah, dan kapasitas yang sangat layak untuk menjadi pusat pengolahan gas tersebut,” ujar Faisal.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan gas South Andaman melalui fasilitas darat di KEK Arun akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan apabila seluruh proses dilakukan di laut melalui skema Floating Production Storage and Offloading (FPSO). Pengolahan di darat diyakini mampu menghidupkan kembali kawasan industri Arun yang pernah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Aceh dan Indonesia bagian barat.

Faisal juga menilai bahwa keberadaan cadangan gas raksasa di South Andaman harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi Aceh. Dengan memanfaatkan fasilitas eksisting di KEK Arun, pemerintah dapat menarik investasi baru, mengembangkan industri hilir migas, memperkuat sektor petrokimia serta menciptakan ribuan lapangan kerja bagi generasi muda Aceh. 

“Jangan sampai Aceh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Gas Andaman harus menjadi motor penggerak industrialisasi Aceh. Kehadiran investasi dan industri di KEK Arun akan memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat posisi Aceh sebagai pusat energi nasional,” tegasnya.

Ketua DPRK Lhokseumawe juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, DPRA, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemuda Aceh untuk bersatu mengawal perjuangan tersebut agar Pemerintah Pusat memberikan perhatian serius terhadap aspirasi rakyat Aceh.

“Ini bukan hanya tentang proyek migas, tetapi tentang masa depan Aceh. Kita harus memastikan bahwa setiap tetes kekayaan alam yang berasal dari Aceh mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat Aceh. Karena itu, kami berdiri bersama Mualem dalam memperjuangkan pengelolaan Gas Andaman di KEK Arun,” tutup Faisal.(PS|IMAM)

Komentar Anda

Terkini: