Melangkah Bersama Raih Impian, Pentas Seni dan Pelepasan Siswa SLBN Angkola Timur Berlangsung Penuh Haru

/ Kamis, 18 Juni 2026 / 16.05.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Senyum yang merekah, tepuk tangan yang menggema, dan air mata haru berpadu menjadi satu dalam Pentas Seni dan Pelepasan Siswa SDLB, SMPLB, dan SMALB SLB Negeri Angkola Timur Tahun Pelajaran 2025/2026, Kamis (18/6/2026). Mengusung tema "Melangkah Bersama Raih Impian", kegiatan ini bukan sekadar seremoni akhir tahun ajaran, melainkan perayaan atas perjuangan, keberanian, dan mimpi anak-anak berkebutuhan khusus yang terus tumbuh dengan semangat luar biasa.


Suasana hangat terasa sejak awal acara ketika para guru menampilkan tarian kreasi sebagai simbol kasih sayang dan dedikasi mereka dalam mendampingi para siswa. Prosesi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa yang dipimpin Dedek Mukhlisin. Momen sederhana itu menjadi pengingat bahwa setiap langkah pendidikan selalu diawali dengan semangat kebersamaan, cinta, dan harapan.


Sorotan utama tertuju kepada para siswa yang tampil percaya diri di atas panggung. Penampilan Rafli dari SMALB bersama pertunjukan seni lainnya berhasil mengundang decak kagum sekaligus rasa bangga dari seluruh tamu undangan. Bagi orang tua dan guru, penampilan tersebut bukan hanya hiburan, tetapi bukti bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan menunjukkan kemampuan terbaik kepada masyarakat.


Kehangatan acara semakin terasa saat Hatobangon Mara Sakti yang mewakili Pemerintah Desa Marisi menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SLB Negeri Angkola Timur. Ia menitipkan salam dari Kepala Desa yang berhalangan hadir serta menegaskan bahwa pendidikan anak berkebutuhan khusus memerlukan dukungan bersama dari sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.


Suasana emosional mencapai puncaknya ketika perwakilan orang tua siswa, Ir. H. Ihwan Maksum, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru, khususnya Ramlan Tarigan yang memasuki masa purna bakti. Dengan suara yang bergetar, ia mengungkapkan bahwa para guru di SLB bukan hanya mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga menanamkan kesabaran, kasih sayang, serta keyakinan kepada setiap anak bahwa mereka memiliki masa depan yang cerah.


Dalam sambutan Kepala SLB Negeri Angkola Timur yang dibacakan Kristiani Sipahutar, S.Pd., disampaikan bahwa Kepala Sekolah Nuryaningsih, S.Pd., M.Pd., tidak dapat hadir karena menjalankan tugas kedinasan di Jakarta. Melalui pesannya, ia menyampaikan rasa syukur atas pengabdian Ramlan Tarigan selama bertahun-tahun dan mengajak orang tua untuk terus mendampingi perkembangan anak-anak di rumah. Kepada para siswa yang dilepas, ia berpesan agar terus menjaga nama baik almamater serta tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.


Prosesi pelepasan siswa dan pemberian penghargaan kepada Ramlan Tarigan menjadi penutup yang sarat makna. Pelukan hangat antara guru, siswa, dan orang tua menjadi gambaran bahwa pendidikan sejati dibangun dengan cinta, kesabaran, dan kepedulian. Dari SLB Negeri Angkola Timur, lahir pesan kuat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan. Semangat "Melangkah Bersama Raih Impian" pun diharapkan terus menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan yang inklusif, bermartabat, dan penuh kemanusiaan. (PS/BERMAWI) 



Komentar Anda

Terkini: