Pasca Banjir Dan Longsor, 207 Hektar Sawah Di Humbahas Direhabilitasi Melalui Dana APBN Rp2,4 Miliar

/ Kamis, 18 Juni 2026 / 21.05.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,– Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) terus bergerak cepat melakukan pemulihan sektor pertanian pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pertanian di daerah tersebut. 

Sebagai langkah nyata untuk mengembalikan produktivitas lahan dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, sebanyak 207 hektar lahan persawahan terdampak bencana akan direhabilitasi melalui dukungan dana APBN Tahun 2026 sebesar Rp2,4 miliar.

Program rehabilitasi tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Humbahas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah pusat, serta dukungan lintas sektoral termasuk jajaran TNI melalui Kodam I/Bukit Barisan.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Medan pada Rabu (17/6/2026), antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbahas dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara terkait percepatan pelaksanaan kegiatan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian.

Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbahas, Tukka Siahaan, didampingi Kabid Penyuluhan, Sarana dan Prasarana Lenny Sihombing, yang membahas langkah-langkah strategis percepatan rehabilitasi lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbahas bersama Kodam I/Bukit Barisan menandatangani kerja sama pelaksanaan rehabilitasi sawah seluas 207 hektar. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Aula Aster Bukit Barisan, Medan.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Aster Kasdam I/BB Kolonel Inf Mochamad Fuad Suparlin serta Wakil Aster Kasdam I/BB Letkol Inf Restu Petrus Simbolon, yang menyatakan dukungan penuh terhadap upaya percepatan pemulihan lahan pertanian di Kabupaten Humbahas.

Menurut Tukka Siahaan, rehabilitasi lahan persawahan tersebut sangat penting mengingat banyak areal pertanian yang mengalami sedimentasi, kerusakan saluran air, penumpukan material longsor, hingga penurunan kualitas lahan akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Program rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian agar dapat segera dimanfaatkan kembali oleh para petani. Dengan demikian, aktivitas pertanian dapat berjalan normal dan produksi pangan daerah tetap terjaga,” jelas Tukka Siahaan.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari perhatian dan komitmen Bupati Humbahas, , yang secara aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta berbagai pihak terkait guna mempercepat penanganan dampak bencana terhadap sektor pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Humbahas. Oleh karena itu, pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas utama agar petani dapat kembali berproduksi dan menjaga ketahanan pangan daerah.

“Bupati terus mendorong berbagai langkah percepatan agar masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit. Rehabilitasi sawah ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan usaha tani masyarakat,” ujarnya.

Program rehabilitasi tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lahan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dalam jangka panjang. 

Selain itu, keberadaan dukungan anggaran dari pemerintah pusat menunjukkan bahwa sektor pertanian Humbahas mendapat perhatian serius sebagai salah satu daerah penghasil pangan strategis di Sumatera Utara.

Dengan dimulainya rehabilitasi 207 hektar lahan sawah tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbahas optimistis para petani dapat kembali mengolah lahan mereka secara maksimal, meningkatkan hasil panen, serta mempercepat pemulihan ekonomi keluarga pasca bencana.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan TNI dalam mendukung pembangunan pertanian yang tangguh, berkelanjutan, serta mampu menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim dan bencana alam. (PS/BN)

Komentar Anda

Terkini: