SMAN 1 Muara Batang Gadis Semarakkan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Pawai Obor, Perkuat Nilai Religius dan Kebersamaan

/ Selasa, 16 Juni 2026 / 12.57.00 WIB



POSKOTASUMATERA.COM – MANDAILING NATAL – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, keluarga besar SMAN 1 Muara Batang Gadis turut memeriahkan kegiatan Pawai Obor bersama unsur Muspika, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menjadi simbol syukur sekaligus momentum mempererat persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.


Pawai obor dimulai dari Kantor Kepala Desa Singkuang I, kemudian melintasi permukiman warga menuju Singkuang II, berputar kembali ke Singkuang I melalui SMP Negeri 1 Muara Batang Gadis, dan berakhir di Kantor Kepala Desa Singkuang I. Sepanjang perjalanan, cahaya obor yang dibawa peserta menerangi malam Muharram, menciptakan suasana religius yang sarat makna serta menjadi simbol harapan akan lahirnya pribadi-pribadi yang lebih baik di tahun baru Hijriah.


Kepala SMAN 1 Muara Batang Gadis, Suradi, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan guru dan siswa dalam pawai obor merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter di sekolah. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga sarana menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat hijrah menuju perubahan yang lebih baik. "Sekolah tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial," ujarnya.


Secara ilmiah, Tahun Baru Islam berakar pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi yang menjadi titik awal penanggalan Hijriah. Dalam kajian sejarah Islam, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan transformasi sosial yang melahirkan masyarakat berlandaskan persaudaraan, keadilan, toleransi, serta tanggung jawab bersama. Nilai-nilai tersebut hingga kini menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan.


Dari perspektif pendidikan dan sosiologi, pawai obor memiliki fungsi edukatif karena menjadi media pembelajaran berbasis budaya yang memperkuat identitas keagamaan sekaligus meningkatkan interaksi sosial antargenerasi. Kegiatan ini mempertemukan pelajar, pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan masyarakat dalam satu aktivitas yang menumbuhkan solidaritas, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kohesi sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para siswa berjalan tertib bersama masyarakat sambil membawa obor yang menyala sebagai lambang cahaya ilmu, keimanan, dan harapan. Suasana penuh kekeluargaan yang tercipta menunjukkan bahwa tradisi keagamaan tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga mampu memperkuat hubungan emosional antara sekolah dengan masyarakat.


Melalui partisipasi aktif dalam Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, SMAN 1 Muara Batang Gadis menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program keagamaan, pendidikan karakter, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Momentum 1 Muharram diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: