Buoati Tapanuli Selatan H.Gus Irawan Pasaribu dan rombinfan Kunjumgi Stand Pameran Favorite SMPN 2 Marancar
POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Di tengah semarak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang berlangsung di Kebun Raya Sipirok pada 17–18 Juni 2026, senyum bangga terpancar dari wajah para siswa dan guru SMP Negeri 2 Marancar. Kerja keras mereka dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan akhirnya membuahkan hasil manis dengan meraih Juara Stand Pameran Favorit, sebuah penghargaan yang menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap alam dapat tumbuh dari ruang-ruang kelas hingga menjadi gerakan nyata.
Kegiatan yang diikuti sekolah-sekolah berpredikat Adiwiyata se-Tapanuli Selatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang belajar bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian bumi. Di antara puluhan stand yang menampilkan berbagai inovasi ramah lingkungan, stand SMP Negeri 2 Marancar berhasil memikat perhatian para pengunjung, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, serta dewan juri melalui kreativitas, edukasi, dan semangat gotong royong yang terpancar dalam setiap sudut pameran.
Berbagai karya hasil daur ulang, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, hingga edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga sekolah ditampilkan secara menarik. Setiap karya bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa barang yang dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Atas prestasi tersebut, SMP Negeri 2 Marancar menerima hadiah pembinaan sebesar Rp400.000.
Kepala SMP Negeri 2 Marancar, Ratna Dewi Harahap, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan, hingga komite sekolah yang selama ini konsisten membangun budaya cinta lingkungan melalui Program Adiwiyata. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Dari sisi ilmiah, pendidikan lingkungan melalui Program Adiwiyata terbukti mampu membentuk karakter peserta didik yang memiliki kesadaran ekologis. Melalui kegiatan penghijauan, konservasi air, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan limbah menjadi produk kreatif, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta tanggung jawab sosial. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Suasana penuh semangat terlihat ketika para siswa menjelaskan hasil karya mereka kepada para pengunjung. Dengan percaya diri, mereka menerangkan proses pengolahan sampah, manfaat daur ulang, hingga pentingnya membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sejak usia dini. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat kepedulian mereka terhadap masa depan bumi.
Prestasi SMP Negeri 2 Marancar menjadi inspirasi bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan. Dari tangan-tangan kreatif para siswa lahir harapan bahwa generasi muda mampu menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Semangat yang ditunjukkan di Kebun Raya Sipirok diharapkan terus menyala, menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.(PS/BERMAWI)

