POSKOTASUMATERA.COM-TAPTENG- Sebanyak 60 siswa dari berbagai sekolah dasar di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah mengikuti kegiatan "Trauma Healing Anak Melalui Ruang Budaya" yang dilaksanakan pada hari Kamis (18/6/2026) pukul 08.00–12.00 WIB di Kelurahan Hutanabolon.
Peserta kegiatan berasal dari SDN 155683 Sigiring-Giring, SDN 155678 Hutanabolon 2, SDN 152983 Hutanabolon 1, dan MIS Al Washliyah Hutanabolon. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak pascabencana melalui pendekatan budaya yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Pemerintah Kelurahan Hutanabolon yang diwakili oleh Kepala Lingkungan (Kepling). Turut hadir sebagai tamu undangan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan ruang budaya, anak-anak diajak untuk berekspresi, berinteraksi, dan mengenal nilai-nilai budaya lokal Tapanuli Tengah. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu memulihkan rasa aman, keceriaan, kepercayaan diri, serta semangat belajar dan beraktivitas setelah mengalami dampak bencana.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nurhafsah Lubis, menyampaikan bahwa ruang budaya memiliki peran penting sebagai sarana pemulihan sekaligus media pembelajaran bagi anak-anak.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk kembali membangun rasa percaya diri, mengekspresikan diri, serta mengenal dan mencintai budaya daerahnya. Pemulihan psikososial anak perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak," ujarnya.
Nurhafsah Lubis yang merupakan alumni Universitas Sumatera Utara (USU) menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi berbagai unsur masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak pascabencana.
Kegiatan Trauma Healing Anak Melalui Ruang Budaya diharapkan menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan ruang budaya sebagai pusat aktivitas anak yang tidak hanya mendukung pemulihan psikososial, tetapi juga menjadi media pengenalan, pelestarian, dan penguatan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda di Kelurahan Hutanabolon.
Kami berharap kegiatan ini akan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, komunitas literasi, dan masyarakat dalam mendukung proses pemulihan serta menciptakan lingkungan yang ramah anak pascabencana, lanjutnya.
Trauma Healing Anak Melalui Ruang Budaya merupakan kegiatan yang memadukan pendekatan psikososial dan kebudayaan untuk membantu anak-anak pascabencana kembali menemukan rasa aman, kegembiraan, dan semangat belajar melalui berbagai aktivitas yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal, tegas Hafsah.
Terakhir, Nurhafsah mengungkapkan rasa terimakasih dan rasa hormat yang besar kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara dan juga ucapan yang sama ditujukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah serta Pemerintah Kelurahan Hutanabolo atas dukungan penuh pendanaan dan semangat yang diberikan kepada kami dalam mensukseskan kegiatan hari ini, serta dukungan fasilitas tempat dan dukungan peserta , tutup Hafsah. (PS/SAHAT)