Tetangga dan Keluarga Sambut Hangat Kepulangan Haji Sawal Pane dan Istri, Tradisi Mangupa-upa Perkuat Nilai Syukur dan Silaturahmi

/ Selasa, 16 Juni 2026 / 09.03.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Suasana penuh haru, kehangatan, dan rasa syukur menyelimuti kediaman H. Sawal Pane, SE., M.Si. bersama istri, Hj. Ida Rambe, di Jalan Bersama, Kota Padangsidimpuan, Selasa (16/6/2026). Kepulangan pasangan tersebut setelah menunaikan ibadah haji disambut hangat oleh keluarga besar, tetangga, sahabat, serta kerabat melalui tradisi mangupa-upa yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Kebersamaan itu semakin terasa dengan makan bersama dan doa sebagai ungkapan syukur atas kepulangan jemaah haji Kloter 12 dalam keadaan sehat dan selamat. Bagi masyarakat Angkola-Mandailing, mangupa-upa bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi merupakan warisan budaya yang mengandung nilai luhur. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan sekaligus doa agar seseorang yang baru kembali dari perjalanan penting memperoleh keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta kekuatan lahir dan batin. Nilai-nilai tersebut berpadu harmonis dengan ajaran Islam yang mengajarkan pentingnya bersyukur, mempererat silaturahmi, dan saling mendoakan sesama.


Suasana semakin mengharukan ketika ayahanda H. Sawal Pane, H. Abdul Rahim Pane, menyampaikan makkobar atau petuah adat sebelum acara makan bersama dimulai. Dengan penuh kasih sayang, beliau mengucapkan doa, "Horas, torkis dijagit tondi dohot badanmu. Apa yang dicita-citakan semoga dikabulkan Allah SWT. Semoga seluruh anak, cucu, keluarga, dan kaum kita selalu berada dalam lindungan-Nya." Untaian doa tersebut diamini seluruh tamu yang hadir, menambah kekhidmatan suasana penyambutan.


Di hadapan keluarga dan para tamu, H. Sawal Pane membagikan kisah perjalanannya selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Ia mengungkapkan bahwa setiap rangkaian ibadah memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Baginya, haji bukan hanya perjalanan menuju Makkah, tetapi perjalanan hati yang mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tanah air.


Tokoh adat Raja di Huta, Baginda Sendetua Harahap, turut menyampaikan doa dan harapannya. Ia mengapresiasi kepulangan H. Sawal Pane beserta istri dalam keadaan sehat serta berharap keduanya memperoleh predikat haji yang mabrur. Menurutnya, pengalaman spiritual tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan mempersiapkan diri menunaikan rukun Islam kelima apabila telah memiliki kemampuan.


Menjelang berakhirnya acara, H. Sawal Pane menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga, tetangga, dan kaum sisolkot yang telah menyambut kepulangannya dengan penuh kasih dan kehangatan. Ia memohon doa agar dirinya dan istri senantiasa diberi kesehatan, istiqamah dalam beribadah, serta mampu menjaga kemabruran haji melalui akhlak mulia, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.


Momentum penyambutan tersebut menjadi gambaran indah bahwa ibadah haji tidak hanya memperkuat hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di tengah masyarakat. Tradisi mangupa-upa yang tetap lestari menjadi bukti bahwa budaya lokal dan nilai-nilai Islam dapat berjalan berdampingan, menghadirkan pesan kemanusiaan bahwa haji mabrur tercermin dari sikap rendah hati, kepedulian kepada sesama, serta komitmen untuk terus menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: