![]() |
| Husaini SE Wakil Wali Kota Lhokseumawe saat sampaikan sambutan 1 Muharram di Masjid Agung Islamic Centre. FOTO | DAHLAN AMRY |
POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE --Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana memperkuat nilai-nilai hijriah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir ke arah yang lebih baik. Semangat hijrah harus tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, bekerja, serta dalam upaya meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
"Hijrah mengajarkan kita untuk terus melakukan perbaikan diri, meninggalkan hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi sesama," ujar Husaini Senin 15 Juni 2026 di Mesjid Agung Islamic Center Kota Lhokseumawe.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai hijriah sangat relevan diterapkan dalam kehidupan modern, terutama dalam membangun karakter yang jujur, disiplin, amanah, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi diri dan mempererat ukhuwah Islamiyah demi mewujudkan Kota Lhokseumawe yang religius, harmonis, dan maju.
"Semangat hijrah hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama," pungkasnya.
Momentum Tahun Baru Islam diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial semata, tetapi mampu menghadirkan perubahan positif yang nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat secara luas.
![]() |
| dokumen istimewa |
Sementara itu, penceramah peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram di Masjid Agung Islamic Center, Prof. Dr. Daniel, M.A., mengatakan bahwa makna Hijriah adalah proses perubahan dari hal-hal yang tidak baik menuju hal-hal yang lebih baik dalam seluruh sisi kehidupan.
Menurutnya, semangat hijrah tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam akhlak, pendidikan, pekerjaan, kehidupan keluarga, serta hubungan sosial di tengah masyarakat. Hijrah menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh.
“Hijriah mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan kebiasaan yang kurang baik dan bertransformasi menuju pribadi yang lebih baik, lebih jujur, lebih disiplin, serta lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Prof. Daniel menambahkan, semangat Tahun Baru Islam hendaknya menjadi energi positif untuk membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, persatuan, dan kepedulian sosial, sehingga mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat dan daerah.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini, Sekda A. Haris, Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Sufri, unsur Forkopimda, seluruh kepala OPD, Kepala Bagian, Camat, dan ASN se Pemko Lhokseumawe. Acara berlangsung sangat kondusif dan khidmat. (PS | DAMRY)

