KOMENTAR: Kades Padanglancat sebelah kanan ketika memberikan komentar. POSKOTA/BERMAWI
POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Kepala Desa Padanglancat Sisoma Marihot Anton
Sihombing atas nama warga masyarakat Desa Padanglancat Sisoma Kecamataan
Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara baru baru
ini meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mencairkan dana desa mereka
sebab sudah 3 tahun berturut turut desa itu tak dapat anggaran dan desa dari
Pemerintah Pusat.
Padahal bantuan dana desa untuk warga masyarakat sangat dibutuhkan,
apalagi mayoritas masyarakat Desa Padanglancat Sisoma adalah warga kurang
mampu.
Pemerintah pusat diminta mendukung percepatan pembangunan di desa.
Karena itu, seharusnya pemerintah tidak perlu menunggu usul dari desa untuk
mencairkan dana pembangunan.
"Saya tidak mengerti kebijakan pemerintah pusat karena 3 tahun dana Dana Desa yang sumber anggarannya dari Pemerintah Pusat tak cair," kata Kepala Desa Padanglancat Keccamatan Batangtoru Marihot Anton Sihombing, belum lama ini.
Menurut Marihot Anton Sihombing, Kepala Desa dituntut cekatan
dalam melayani publik. Terlebih jam kerja yang dianut tidak mengenal batas
karena Kades bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tapi pemerintah
pusat dinilai kurang bekerja maksimal sebagai mitra pemerintah desa.
“Kami sangat kecewa terhadap Pemerintah Pusat karena ddana desa kami
tidak cair, kami tidak tahu apa masalahnya, padahal alokasi dana desa dari APBD
Tapanuli Selatan cair,” katanya.
Dijelaskannya, tahun lalu desanya juga tidak ada mencairkan dana desa, padahal hal ini sangat penting untuk kepntingan warga masyarakat. “Untuk daerah Tapanuli Selatan hanya desa kami yang tidak cair dana desanya padahal desa lain semua cair. Padalah masyarakat menunggu pembangunan sesuai yang disampaikan pada musyawarah rencana pembangunan desa," kata Sihombing.
Untuk itu beliau berharap Bupati Tapanuli selatan melalui Dinas
Pemberdayaan Masyarakat Tapanuli Selatan agar benar benar memperjuangkan Dana
Desa agar dana desa cair untuk tahun 2018 ini untuk dinikmati masyarakat. (PS/BERMAWI)
