Warga Silaiya Tanjung Leuk Antusias Sambut Pembentukan Koperasi Merah Putih: Langkah Nyata Menuju Kemandirian Ekonomi Desa

/ Kamis, 22 Mei 2025 / 10.36.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Semangat kemandirian ekonomi menggema dari Desa Silaiya Tanjung Leuk, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada Kamis (22/5/2025), Pemerintah Desa bersama seluruh elemen masyarakat menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk mensosialisasikan sekaligus membentuk Koperasi Merah Putih (KMP), program nasional yang menjadi tonggak baru dalam penguatan ekonomi kerakyatan.


Musyawarah yang berlangsung di Kantor Desa ini dibuka oleh Ketua BPD Yusron Siregar dan  dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, termasuk Kabid UEM Dinas PMD Tapsel Edi Batubara, Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara, M.Pd, Sekcam Ali Rahman SH, MH, pendamping desa, Kepala Desa Tagor Siregar, Ketua BPD Yusron Siregar, Babinsa,serta perwakilan dari LPMD, PKK, tokoh agama, pemuda Naposo Nauli Bulung, dan masyarakat umum.


Dalam pemaparannya, Pendamping Desa Edo Siregar menjelaskan bahwa pembentukan KMP merupakan implementasi langsung dari Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025. “Koperasi Merah Putih bukan sekadar badan usaha, tapi menjadi jantung baru penggerak ekonomi desa yang dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis gotong royong,” ungkapnya.


Kepala Desa Tagor Siregar menegaskan pentingnya koperasi sebagai alat untuk mengelola potensi lokal. “Kita harus punya wadah usaha milik bersama, yang mampu menjawab tantangan ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan. Koperasi ini milik kita, untuk kita,” katanya penuh semangat.


Camat Sayurmatinggi, Enri Cofermi Batubara, menambahkan bahwa KMP dilandaskan pada UU No. 25 Tahun 1992 dan didukung oleh 13 kementerian yang bersinergi dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo. “Koperasi ini akan jadi milik warga desa. Siapapun yang punya KTP desa berhak menjadi anggota dan menikmati hasilnya setiap tahun,” jelasnya.


Dukungan penuh juga datang dari Edi Batubara mewakili Kadis PMD Tapsel. Ia memaparkan bahwa program ini menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. “Sudah ada 155 koperasi desa dan 7 di kelurahan se-Tapsel. Yang terpenting, pengurus koperasi harus bersih dari konflik kepentingan,” tegasnya.


Sementara itu, Sekcam Ali Rahman, SH, MH, membuka peluang besar yang bisa digarap KMP: dari pertanian, jasa simpan pinjam, hingga distribusi elpiji langsung dari agen. “Kita ingin koperasi ini jadi pusat ekonomi warga. Nantinya, kita bisa belanja langsung dari koperasi kita sendiri,” ujarnya disambut tepuk tangan warga.


 Sebelum  penetapan Pengurus diadakan  sesi dialog interaktif, mencerminkan partisipasi aktif masyarakat yang siap menyambut perubahan. Tak sekadar seremoni, Musdesus ini menandai awal kebangkitan ekonomi desa yang berakar dari semangat gotong royong dan keinginan kuat untuk mandiri.


Dengan Koperasi Merah Putih, Silaiya Tanjung Leuk menunjukkan bahwa masa depan ekonomi desa bukan lagi wacana—tetapi sedang dibangun, mulai dari sini.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: