POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Suasana berbeda terasa di SMKN 1 Batangtoru pada Selasa (31/3/2026). Aula sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar mengajar, hari itu dipenuhi semangat dan rasa ingin tahu para siswa. Melalui program “Martabe Goes to School”, PT Agincourt Resources hadir bukan sekadar sebagai perusahaan tambang, tetapi sebagai mitra pendidikan yang membawa pesan penting tentang bijak bermedia sosial di era digital.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), dengan fokus pada peningkatan literasi digital generasi muda. Di tengah derasnya arus informasi, siswa tidak hanya dituntut untuk melek teknologi, tetapi juga mampu memilah, memahami, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Kepala SMKN 1 Batangtoru, Hamonangan Harahap, MA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran PT Agincourt Resources yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ia menekankan bahwa pemahaman tentang media sosial bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari kompetensi dasar siswa di masa kini.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini dikemas secara komunikatif dan relevan dengan kehidupan remaja. Para siswa diajak memahami bagaimana media sosial dapat menjadi pedang bermata dua—memberikan manfaat besar jika digunakan dengan bijak, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif jika disalahgunakan. Penjelasan ilmiah mengenai dampak psikologis, seperti penurunan konsentrasi hingga kecenderungan kecanduan digital, menjadi perhatian serius dalam sesi tersebut.
Tidak hanya itu, siswa juga diajak untuk melihat media sosial sebagai ruang untuk berkarya dan membangun citra diri yang positif. Narasumber menekankan pentingnya personal branding, di mana setiap unggahan dapat menjadi representasi diri di ruang publik. Dengan pendekatan ini, siswa didorong untuk lebih kreatif, produktif, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digital mereka.
Yang menarik, sesi diskusi berlangsung hidup dan interaktif. Banyak siswa yang berbagi pengalaman pribadi mereka dalam menggunakan media sosial, mulai dari tantangan mengatur waktu hingga menghadapi informasi yang tidak benar. Antusiasme ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kesadaran awal yang baik, namun tetap membutuhkan bimbingan agar tidak terjebak dalam penggunaan teknologi yang kurang sehat.
Program ini tidak hanya meninggalkan pengetahuan, tetapi juga kesan mendalam bagi para peserta. Ada semangat baru yang tumbuh—bahwa teknologi bukan untuk dihindari, melainkan untuk dikelola dengan bijak. Kehadiran PT Agincourt Resources menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan mampu menciptakan dampak positif yang nyata.
Melalui “Martabe Goes to School”, harapan besar disematkan kepada para siswa SMKN 1 Batangtoru: menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas digital, beretika, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bijaksana.(PS/BERMAWI)
