POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sektor pendidikan pascabencana banjir melalui kegiatan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa terdampak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (2/12/2026) di SD Negeri 101112 Sipange, Kecamatan Sayurmatinggi, dan dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, SE, AK, MM, CA, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu.
Dalam perspektif pemulihan pascabencana, sektor pendidikan memiliki peran strategis sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan sosial. Bencana banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik pada sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis anak serta keberlangsungan proses belajar-mengajar.
Oleh karena itu, intervensi awal berupa penyediaan perlengkapan sekolah menjadi bagian penting dari strategi pemulihan sosial (social recovery).
Bantuan yang disalurkan berupa seragam sekolah lengkap, tas, sepatu, serta alat tulis bagi siswa terdampak banjir. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin pemenuhan hak dasar anak atas pendidikan yang layak dan berkesinambungan.
Dalam sambutannya, Bupati H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang daerah yang harus tetap dijaga, bahkan dalam situasi krisis sekalipun.
Menurut Bupati, memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah dengan rasa aman dan percaya diri merupakan langkah awal untuk mencegah dampak lanjutan bencana terhadap kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada aspek darurat semata, tetapi harus dilanjutkan dengan kebijakan pemulihan yang terstruktur dan berorientasi pada masa depan generasi muda.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan bahwa perhatian terhadap anak-anak korban bencana harus dilakukan secara holistik. Selain bantuan material, kehadiran langsung pemerintah di tengah siswa dan lingkungan sekolah memiliki nilai psikososial yang signifikan dalam membangun kembali semangat belajar, rasa aman, serta ikatan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan Abdul Basith Dalimunthe, serta anggota DPRD Tapsel dari Fraksi Partai Gerindra, Armen Sanusi Harahap dan Edi Aryanto Hasibuan. Kehadiran unsur legislatif ini mencerminkan sinergi kelembagaan antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung kebijakan pemulihan pendidikan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat terdampak.
Selain itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan Efrida Yanti Pakpahan STP,MM, Camat Sayurmatinggi Enri Cofermi Batubara S.Pd M.Pd beserta jajaran, kepala desa, kepala sekolah Nurasia Siregar S.Pd, serta para orang tua siswa turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Partisipasi multipihak ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana yang efektif memerlukan kolaborasi lintas sektor agar setiap intervensi bersifat inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dari sudut pandang kebijakan publik, langkah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan ini dapat dipandang sebagai bentuk respons adaptif terhadap risiko bencana hidrometeorologi yang berulang. Dengan menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam agenda pemulihan, pemerintah daerah tidak hanya menangani dampak jangka pendek bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan komunitas (community resilience) serta menjamin kesinambungan pembangunan sumber daya manusia di masa mendatang.(PS/BERMAWI)
.
