Penerima Bantuan Jaminan Hidup 2026 di Kelurahan Sorkam Kanan Terkesan Nepotisme dan Ketidakadilan

/ Sabtu, 14 Maret 2026 / 20.37.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-PALAS- Warga kecewa dan protes, penerima Bantuan Jaminan Hidup 2026 di Kelurahan Sorkam Kanan, Tapanuli Tengah terkesan penuh dengan Nepotisme Dan ketidakadilan

Adanya program penerima bantuan jaminan hidup (JADUP) dari Kementerian Sosial RI untuk korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tahun 2026 ini mengundang reaksi protes keras dari beberapa warga. Salah satunya adalah Isgandi Pohan, Warga Lingkungan III Kelurahan Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Dirinya melayangkan protes dan kecewa karena keluarganya sama sekali tidak menerima bantuan jaminan hidup tersebut padahal rumah miliknya pada bagian belakang dan samping hancur diterjang banjir pada November 2025 lalu. 

Kami tidak paham bagaimana cara pihak kelurahan Sorkam Kanan ini menentukan penerima bantuan itu dan kami juga tidak pernah tahu apa kategori atau indikator siapa pihak atau keluarga yang berhak menerima bantuan tersebut, kata Isgandi kepada awak media pada hari Jumat (13/3/2026).

Isgandi melanjutkan bahwa di Kelurahan Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat ini secara tata letak rumah masyarakat ada di dataran tinggi dan ada dataran rendah atau kawasan pinggir sungai. Faktanya bahwa pada saat kejadian bencana alam kemarin, rumah masyarakat yang ada di kawasan dataran tinggi bisa dibilang tak terkena banjir, tapi ada beberapa masyarakat yang berada di kawasan tak tersentuh banjir tersebut mendapat bantuan jaminan hidup sedangkan kami yang jelas-jelas terdampak banjir langsung tidak mendapat bantuan jaminan hidup itu, mungkin karena saya bukan keluarga dari lurah, tegasnya dengan kecewa. 

Kita kecewa akan hal ini dan kita meminta keadilan atas hal yang telah terjadi, lanjutnya. 

Kemudian dituturkan oleh Isgandi bahwa daftar penerima jaminan hidup di sorkam kanan ini sarat dengan nepotisme karena ada beberapa penerima manfaat yang merupakan keluarga dari Lurah Sorkam kanan. Bahkan yang lebih parahnya kami temukan bahwa adik kandung dan keluarga dekat dari Lurah Sorkam Kanan yang rumahnya sama sekali tidak tersentuh banjir tapi dapat bantuan jaminan hidup tersebut, ucap Isgandi. 

Kami tak mengerti kenapa kami tidak dapat bantuan dan kami kecewa mengapa banyak warga di kelurahan sorkam kanan ini yang menerima manfaat atas bantuan tersebut tidak sesuai fakta di lapangan, karena dipenuhi dengan unsur nepotisme yang merupakan keluarga dari Lurah Sorkam Kanan. Kami sudah mempertanyakan hal ini ke kelurahan hingga pihak kecamatan, namun kami tak mendapatkan jawaban pasti, ungkap Isgandi. 

Kami menilai pendataan atas penerima bantuan jaminan hidup ini dilakukan dengan tidak jelas dan penuh dengan unsur nepotisme, dan kami minta agar Lurah melakukan koreksi atas beberapa keluarga yang menerima bantuan jaminan hidup ini. Kami akan terus menuntut keadilan agar yang menerima bantuan jaminan hidup ini benar-benar diterima oleh pihak yang berhak menerima dan jika tidak ada koreksi akan penerima bantuan jaminan hidup korban bencana alam terkhusus di Kelurahan Sorkam Kanan ini, kami akan membuat laporan kepada penegak hukum atas adanya dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan pemerintah tersebut, tutup Isgandi. (PS/282)

Komentar Anda

Terkini: