POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Aksi Adat Sumut menyuratin Presiden Prabowo Subianto soal dugaan ada main oknum DPR pada tender-tender proyek di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Pakam.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto beraksi.
"Kalau ada yang coba-coba main-main, awas.tanggung jawab sendiri," kata Agus Andrianto saat di kontak Wartawan di Medan, Sabtu (20/09/2025).
Meski hanya sedikit mengomentari soal itu, sang Menteri kedengaran nya dari nada bicaranya memperingati.
Sesuai isi yang ada di laporan itu ke Presiden, penilaian janggal dalam tahapan proyek kontruksi di Lapas itu tampaknya belum jelas juntrungannya.
Siapakah wakil rakyat yang main proyek, bagaimanakah modus operandingnya,siapa dan apa nama perusahaan yang disebut memenangkan tender berbudget wah itu, semua masih belum jelas.
Bermula diketahuin dari aksi pengurus Himpunan Masyarakat Adat (Himasdat) Sumatera Utara.
Lembaga itu mengirim surat untuk Presiden Ri ke-8 Prabowo Subianto.
Tampilan surat jelas bernomor 0851/Himasdat/SU/IX/2025.
Dibuat pada 4 September 2025 di Perbaungan. Lewat surat itu Himasdat Sumut, melaporkannya dengan dugaan ada main-main oknum legislator pada proyek pemugaran pembangunan Lapas Kelas II B Lubuk Pakam.
Dan pada saat ini surat itu sudah banyak beredar di Sosmed.
"Sebagai masyarakat yang sudah menjadi bagian dari NKRI.Kami dari Himasdat Sumut menolak dan sangat keberatan dengan temuan itu. Jelas itu bertentangan dengan UU Nomor 17 Tahun 2014 TentangvDPR, MPR, DPD dan DPRD (UUD MD3),"jelasnya Ketua Himasdat Sumut M Syahril Matondang.
Agar tidak menjadi dan menimbulkan Polemik di tengah masyarakat, proyek pemerintahan digelar melalui mekanisme tender ataupun dilelang.
Kepala kantor wilayah Direktorat Jendaral Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumut,Yudi Suseno yang dikonfirmasikan membantah tahapan proyek tender fisik di lapas (LP) yang ada di Lubuk Pakam itu telah menghasilkan pemenang nya.
"Sampai sekarang ini (tender proyek itu) masih tahap lelang oleh LPSE(layanan Pengadaan Secara Elektronik). Belum ada pemenang nya," ujarnya Yudi Suseno Sabtu (20/09/2025).
Dia juga menyangkal proyek itu berbau aroma aroma KKN,yang diduga menjadi mainan oknum Anggota DPRD.
"Bagaimanakah bisa berbau KKN, pekerjaan di tahun ini saja masih belum sama sekali dimulai," katanya Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam Hakim Sanjaya, Sabtu (21/9/2025)
"Saya Kalapas disini di sini mulai Febuari 2025, sampai saat sekarang ini belum ada proyek di tahun ini pengerjaannya dimulai," ujar Hakim Sanjaya. (PS/FAUZI)
