POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL– Suasana hangat penuh keceriaan menyelimuti halaman PAUD Al Fauzan, Kelurahan Manompas, Kecamatan Muara Batangtoru, Jum’at (19/9/2025). Sejak pagi, anak-anak berpakaian rapi dengan senyum polos menyambut kedatangan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan, yang hadir bersama Pokja Bunda PAUD Tapsel dan rombongan. Kehadiran mereka membawa semangat baru bagi dunia pendidikan anak usia dini di daerah ini.
Anak-anak dengan penuh percaya diri mempersembahkan tari Tor-tor di hadapan tamu kehormatan. Gerakan kecil tangan dan kaki yang lincah, meski kadang tidak seragam, justru menjadi daya tarik tersendiri. Orang tua yang hadir tak kuasa menyembunyikan rasa bangga, melihat putra-putrinya tampil di depan publik dengan riang gembira. “Momen seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi anak-anak,” ungkap salah satu orang tua dengan mata berbinar.
Kunjungan ini semakin bermakna dengan adanya penyerahan alat permainan edukatif dan pemberian makanan tambahan bergizi. Simbol sederhana namun penuh arti bahwa pemerintah daerah hadir untuk mendukung tumbuh kembang generasi emas sejak usia dini. Anak-anak tampak antusias menerima bingkisan tersebut, seakan merasakan kasih sayang yang nyata dari para pemangku kepentingan.
Camat Muara Batangtoru, Sonita Warda SSTP, yang juga Bunda PAUD Kecamatan, hadir mendampingi bersama Kepala Sekolah dan jajaran guru PAUD Al Fauzan. Sinergi antara pemerintah daerah, pendidik, dan masyarakat begitu terasa, mencerminkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab bersama. Kepala PAUD, Susi Santi Nasution, S.Pd, bahkan menyebut kunjungan ini sebagai “kado istimewa” yang memotivasi guru dan orang tua untuk terus berkolaborasi.
Dalam sambutannya, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu tampak tak bisa menyembunyikan rasa haru. “Saya senang sekali melihat anak-anak tampil percaya diri. Terima kasih kepada para orang tua yang mempercayakan anaknya di PAUD ini. Kebetulan Nama sekolanya sama dengan nama anak saya ,” ujarnya dengan suara lembut.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa PAUD merupakan fondasi penting sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Ia mengingatkan orang tua bahwa syarat masuk SD adalah menyelesaikan PAUD, agar anak-anak memiliki kesiapan kognitif, sosial, dan emosional yang matang. “Belajar itu harus menyenangkan. Butuh kesabaran dan ketulusan dari guru-guru kita. Insya Allah mulai Januari tahun depan, guru PAUD akan mendapat insentif Rp600 ribu. Ini bentuk perhatian kami,” tambahnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya bagi pihak sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar seremonial, momentum ini menjadi pengingat bahwa investasi terbesar sebuah bangsa dimulai dari anak-anaknya. Dengan perhatian penuh kasih, sarana edukatif yang memadai, dan gizi yang tercukupi, anak-anak Tapanuli Selatan diharapkan tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan berkarakter. PAUD pun berdiri kokoh sebagai pondasi emas masa depan bangsa.(PS/BERMAWI)


