Para Pengunjukrasa Minta Agar Bupati Dairi Hadir Ditengah-tengah Mereka

/ Rabu, 03 September 2025 / 20.34.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – DAIRI - Dairi – Hampir 2 Jam para pengunjukrasa dari sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, seperti HMI, PMII, GMNI, IPNU, dan BKPRMI menunggu kehadiran Bupati Dairi,sebab sebelum-sebelumnya Sekda Dairi Surung Charles Bantjin menjumpai para pengunjukrasa,namun mereka menolak,karena dianggap tidak bisa mengambil keputusa.

Setelah gagalnya Sekda bernegoisasi alias ditolak para pengunjukrasa,datang juga Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala (mantan Kepala Desa Lae Nuaha) itu menjumpai mereka,juga sama halnya jawaban mereka kepada Sekda, bahwa bap aka wakil tidak bakalan bisa mengambil kepetususan,dan bukan tidak kami hargai bapak wakil Baupati,namun apa yang tuntut saat ini adalah semua keputusan Bupati Dairi Vickner Sinaga sebut pimpinan dan coordinator aksi.

Para pengunjukrasa hampir menunggu 2 jam lebih,akhirnya Bupati Dairi hadir dihadapan para pengunjukrsa  dan menyampaikan orasi mereka apa yang dikeluhkan masyarakat selama ini,silih berganti para koordinator aksi menyampaikan tuntutan mereka.

Kenapa sama saya ditimpakan persoalan ini,seharusnya kepada pemimpin sebelumnya,saya baru memimpin Dairi ini,boleh dikatakan baru antara 16 atau 20 minggu,sabarlah saya baru saja melihat warga kita yang tertabrak,kasihan melihat yang kecelakaan itu,semua kita perhatikan termasuk kita saat ini ungkap vikner.

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, dan Sekda, Charles Bantjin menemui Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Dairi yang menamakan diri 'Dairi Darurat Kesehatan Sosial' yang menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (2/9/2025) di depan Kantor Bupati Dairi.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh peserta aksi yakni mencopot Kapolri, membubarkan DPR RI, revitalisasi institusi Polri, penertiban tempat hiburan malam, pemberantasan peredaran narkoba, serta pengawasan dan pengamanan dari tindakan kriminalisasi.

Menanggapi berbagai tuntutan tersebut Bupati menyampaikan secara tegas menyatakan akan melakukan apa yang menjadi ranah dan wewenangnya sebagai Bupati saja. Sehingga dalam aksi tersebut para pengunjuk rasa menuntut 3 hal penting untuk menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Dairi diantaranya;

Pertama : Mendesak pemerintah untuk menertibkan tempat hiburan malam tidak berizin yang menjadi salah satu pintu masuk narkoba dan penyakit masyarakat lainnya;

Kedua : Perangi Narkoba dengan serius dengan membongkar jaringan besar, termasuk oknum aparat yang terlibat didalamnya;

Dan Ketiga : Menjalin Komitmen bersama untuk perubahan. Pemerintah, DPR, masyarakat termasuk mahasiswa dan pemuda untuk memperjuangkan keadilan, kesejahteraan dan pemerataan pembangunan dengan membuka ruang dialog untuk menciptakan tata kelola pemerintaha yang bersih, humanis dan berpihak pada rakyat.

"Saya Bersama jajaran akan berjuang untuk masyarakat sesuai ranah dan wewenang yang dimiliki oleh saya sebagai bupati. Soal tempat hiburan malam, bila memang tidak ada izinnya akan kita tutup. Sementara untuk peredaran Narkoba, kita Bersama Kapolres Dairi siap memberantas peredaran Narkoba. Demikian juga dengan poin ke tiga, mari berjuang bersama-sama untuk masyarakat, " katanya tegas.

Unjuk rasa didepan kantor Bupati ini juga dihadiri oleh Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, Dandim 0206 Dairi, Letkol Czi, Nanang Sudarwanto, Ketua TP PKK, Ny Rita Puspita Vickner Sinaga, Kadisparbudpora, Rahmat Syah Munthe, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan (DPMPTSPTK), Budianta Pinem, Kastpol PP, Horas Pardede. Acara ditutup dengan foto bersama.   (PS/K.TUMANGGER).

Komentar Anda

Terkini: