POSKOTASUMATERA.COM – DAIRI - Dairi – Hampir 2 Jam para pengunjukrasa dari sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, seperti HMI, PMII, GMNI, IPNU, dan BKPRMI menunggu kehadiran Bupati Dairi,sebab sebelum-sebelumnya Sekda Dairi Surung Charles Bantjin menjumpai para pengunjukrasa,namun mereka menolak,karena dianggap tidak bisa mengambil keputusa.
Setelah gagalnya Sekda bernegoisasi alias ditolak para pengunjukrasa,datang
juga Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala (mantan Kepala Desa Lae Nuaha) itu
menjumpai mereka,juga sama halnya jawaban mereka kepada Sekda, bahwa bap aka
wakil tidak bakalan bisa mengambil kepetususan,dan bukan tidak kami hargai
bapak wakil Baupati,namun apa yang tuntut saat ini adalah semua keputusan
Bupati Dairi Vickner Sinaga sebut pimpinan dan coordinator aksi.
Para pengunjukrasa hampir menunggu 2 jam lebih,akhirnya Bupati Dairi
hadir dihadapan para pengunjukrsa dan
menyampaikan orasi mereka apa yang dikeluhkan masyarakat selama ini,silih
berganti para koordinator aksi menyampaikan tuntutan mereka.
Kenapa sama
saya ditimpakan persoalan ini,seharusnya kepada pemimpin sebelumnya,saya baru
memimpin Dairi ini,boleh dikatakan baru antara 16 atau 20 minggu,sabarlah saya
baru saja melihat warga kita yang tertabrak,kasihan melihat yang kecelakaan
itu,semua kita perhatikan termasuk kita saat ini ungkap vikner.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel
Sagala, dan Sekda, Charles Bantjin menemui Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Dairi
yang menamakan diri 'Dairi Darurat Kesehatan Sosial' yang menggelar aksi unjuk
rasa, Selasa (2/9/2025) di depan Kantor Bupati Dairi.
Ada beberapa tuntutan yang disampaikan oleh peserta aksi yakni mencopot
Kapolri, membubarkan DPR RI, revitalisasi institusi Polri, penertiban tempat
hiburan malam, pemberantasan peredaran narkoba, serta pengawasan dan pengamanan
dari tindakan kriminalisasi.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut Bupati menyampaikan secara tegas
menyatakan akan melakukan apa yang menjadi ranah dan wewenangnya sebagai Bupati
saja. Sehingga dalam aksi tersebut para pengunjuk rasa menuntut 3 hal penting
untuk menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Dairi diantaranya;
Pertama : Mendesak pemerintah untuk menertibkan tempat hiburan malam tidak berizin
yang menjadi salah satu pintu masuk narkoba dan penyakit masyarakat lainnya;
Kedua : Perangi Narkoba dengan serius dengan membongkar jaringan besar,
termasuk oknum aparat yang terlibat didalamnya;
Dan Ketiga : Menjalin Komitmen bersama untuk perubahan. Pemerintah, DPR,
masyarakat termasuk mahasiswa dan pemuda untuk memperjuangkan keadilan,
kesejahteraan dan pemerataan pembangunan dengan membuka ruang dialog untuk
menciptakan tata kelola pemerintaha yang bersih, humanis dan berpihak pada
rakyat.
"Saya Bersama jajaran akan berjuang untuk masyarakat sesuai ranah
dan wewenang yang dimiliki oleh saya sebagai bupati. Soal tempat hiburan malam,
bila memang tidak ada izinnya akan kita tutup. Sementara untuk peredaran
Narkoba, kita Bersama Kapolres Dairi siap memberantas peredaran Narkoba.
Demikian juga dengan poin ke tiga, mari berjuang bersama-sama untuk masyarakat,
" katanya tegas.
Unjuk rasa didepan kantor Bupati ini juga dihadiri oleh Kapolres Dairi,
AKBP Otniel Siahaan, Dandim 0206 Dairi, Letkol Czi, Nanang Sudarwanto, Ketua TP
PKK, Ny Rita Puspita Vickner Sinaga, Kadisparbudpora, Rahmat Syah Munthe,
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Ketenagakerjaan
(DPMPTSPTK), Budianta Pinem, Kastpol PP, Horas Pardede. Acara ditutup dengan
foto bersama. (PS/K.TUMANGGER).
