Pemeriksaan TB Paru di Desa Hurase: Wujud Kepedulian untuk Kesehatan Warga Pedesaan

/ Kamis, 11 September 2025 / 09.54.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Suasana hangat terlihat di halaman Pustu Hurase, Kecamatan Batangangkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, saat warga berbondong-bondong datang untuk mengikuti pemeriksaan Tuberkulosis (TB) Paru, Kamis (11/9-2025). Dari anak muda hingga orang tua, semua tampak antusias memanfaatkan kesempatan pemeriksaan gratis yang digelar UPT Puskesmas Pintupadang.


Bagi sebagian warga, kegiatan ini terasa istimewa. Pasalnya, di tengah kesibukan sehari-hari sebagai petani dan ibu rumah tangga, mereka jarang memiliki waktu untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Kehadiran tenaga medis di desa menjadi momen berharga untuk memastikan kondisi tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit menular.


Kepala UPT Puskesmas Pintupadang, Muhamad Halim Pasaribu, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal pemeriksaan, tetapi juga bentuk kepedulian. “Melalui pemeriksaan ini, kami ingin masyarakat merasa tenang, terlindungi, dan tahu bahwa TB bisa dicegah serta diobati. Deteksi dini adalah kunci untuk sembuh,” ujarnya dengan penuh empati.


Di dalam ruangan pemeriksaan, beberapa warga tampak lega setelah mendapatkan hasil awal yang meyakinkan. Sementara bagi yang perlu tindak lanjut, tenaga kesehatan memberikan penjelasan dengan sabar, termasuk pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. “Kami merasa diperhatikan, apalagi ada penjelasan langsung tentang cara menjaga kesehatan paru-paru,” ungkap salah satu warga, Siti (45), yang turut hadir bersama keluarganya.


Selain pemeriksaan, warga juga diajak berdiskusi ringan mengenai kebiasaan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan rumah, membuka jendela agar udara segar masuk, hingga pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Pendekatan ini membuat suasana lebih akrab, seakan kegiatan kesehatan bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari kehidupan bersama.


Tak hanya kepada pasien, perhatian juga diberikan kepada keluarga penderita TB. Melalui konseling, petugas kesehatan menekankan pentingnya dukungan keluarga agar pasien patuh minum obat. “Keluarga adalah garda terdepan. Kepatuhan minum obat akan mempercepat kesembuhan sekaligus melindungi orang terdekat dari risiko penularan,” jelas Halim.


Harapan besar tersirat dari kegiatan ini: Desa Hurase yang lebih sehat dan terbebas dari TB. Halim menutup dengan penuh optimisme, “Kami percaya, dengan dukungan semua pihak, masyarakat Desa Hurase bisa hidup lebih produktif dan bebas dari TB. Inilah tujuan kami hadir di tengah warga.”


Dengan antusiasme warga dan kepedulian tenaga kesehatan, pemeriksaan TB Paru di Desa Hurase menjadi lebih dari sekadar kegiatan medis. Ia berubah menjadi cerita kebersamaan, harapan, dan perjuangan untuk menjaga kesehatan masyarakat desa dari ancaman penyakit menular.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: