Gerakan Ayah Mengambil Rapor Resmi Diluncurkan Bupati Humbang Hasundutan: Hadirkan Peran Ayah Di Sekolah Demi Masa Depan Generasi

/ Rabu, 17 Desember 2025 / 08.15.00 WIB

 


POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui kebijakan yang menyentuh langsung akar persoalan keluarga dan pendidikan. 

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, secara resmi menerbitkan Surat Edaran Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR), sebuah langkah strategis untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.

Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan sosial-edukatif yang tidak hanya mengatur teknis pengambilan rapor, tetapi juga menghidupkan kembali peran ayah sebagai pilar utama pembentukan karakter dan masa depan anak.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) merupakan imbauan resmi kepada seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah agar datang langsung ke sekolah untuk mengambil rapor anak pada akhir semester. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Melalui GEMAR, pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif ayah dalam proses pendidikan, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping, motivator, dan teladan bagi anak.

Kebijakan ini ditetapkan oleh Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH dan ditujukan kepada:

  • Seluruh ayah/orang tua laki-laki peserta didik
  • Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
  • Para camat se-Kabupaten Humbang Hasundutan
  • Kepala Dinas Pendidikan
  • Seluruh kepala satuan pendidikan dan tenaga pendidik

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan GEMAR membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga.

Pelaksanaan GEMAR dimulai pada Desember 2025, bertepatan dengan pembagian rapor akhir semester ganjil, dan akan disesuaikan dengan jadwal masing-masing sekolah.

Momentum ini dipilih karena dinilai sebagai waktu paling tepat bagi orang tua—khususnya ayah—untuk melakukan evaluasi bersama guru terhadap perkembangan akademik, sikap, dan potensi anak.

Gerakan ini diterapkan di seluruh satuan pendidikan formal dan nonformal se-Kabupaten Humbang Hasundutan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi tiga arah antara guru, orang tua, dan peserta didik, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.

Dalam pertimbangannya, Bupati Humbang Hasundutan mengungkapkan keprihatinan terhadap fenomena fatherless yang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025, tercatat 25,8 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa keterlibatan aktif ayah dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut berdampak serius terhadap: Prestasi akademik anak, Kesehatan mental dan emosional, Perilaku sosial dan disiplin, Risiko kenakalan dan penyimpangan pada remaja

“Kehadiran ayah bukan pelengkap, melainkan kebutuhan utama bagi tumbuh kembang anak. Ayah yang hadir akan melahirkan anak yang kuat secara mental, berkarakter, dan percaya diri,” ujar Bupati.

GEMAR diharapkan menjadi gerakan perubahan budaya pengasuhan, dari yang semula terpusat pada ibu, menuju pola kolaboratif yang setara antara ayah dan ibu.

Pelaksanaan GEMAR dilakukan dengan mekanisme sederhana namun sarat makna:

  1. Ayah hadir langsung ke sekolah pada hari pengambilan rapor
  2. Sekolah memfasilitasi dialog antara ayah dan wali kelas
  3. Ayah memperoleh penjelasan menyeluruh tentang perkembangan akademik dan karakter anak
  4. Ayah memberikan dukungan dan motivasi langsung kepada anak

Bupati menekankan bahwa kehadiran ayah di sekolah merupakan pesan psikologis yang kuat, bahwa anak diperhatikan, dihargai, dan didampingi dalam setiap proses belajarnya.

Melalui Surat Edaran tersebut, Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan untuk meneruskan dan mengawal pelaksanaan GEMAR hingga ke tingkat sekolah, agar kebijakan ini berjalan konsisten dan berkelanjutan.

“Membangun Humbang Hasundutan tidak cukup dengan infrastruktur. Kita harus membangun manusianya. Dan membangun manusia dimulai dari keluarga yang utuh dan ayah yang hadir,” tegas Bupati.

Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) menjadi penanda bahwa Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menempatkan pendidikan karakter dan ketahanan keluarga sebagai prioritas utama pembangunan.

Melalui langkah ini, diharapkan lahir generasi Humbang Hasundutan yang: Cerdas secara intelektual, Kuat secara mental, Tangguh secara karakter, Siap menghadapi masa depan

Dengan GEMAR, Humbang Hasundutan menegaskan: Pendidikan adalah kerja bersama., Dan masa depan anak dimulai dari kehadiran ayah hari ini. (PS/BN) 

Komentar Anda

Terkini: