Air Jadi Kunci Ketahanan Desa, Musrenbangdes Parsalakan Prioritaskan Pipanisasi 1 Kilometer

/ Jumat, 30 Januari 2026 / 18.59.00 WIB



POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL-Bagi warga Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Air adalah sumber kehidupan, penopang pertanian, sekaligus penentu keberlangsungan ekonomi keluarga. Kesadaran itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Parsalakan yang digelar pada Jumat (30 Januari 2025).


Dalam forum tersebut, satu aspirasi mengemuka dan mendapat perhatian luas masyarakat, yakni usulan pembangunan jaringan pipanisasi sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang bersumber dari sungai atau mata air alami di wilayah desa. Usulan ini lahir dari realitas sehari-hari warga yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan potensi air, namun belum sepenuhnya merasakan manfaatnya.


Sebagian besar masyarakat Parsalakan menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sawah, ladang, dan kebun menjadi denyut nadi ekonomi desa. Namun, keterbatasan akses air, terutama saat musim kemarau, kerap menjadi tantangan serius. Tidak jarang petani harus menunda tanam atau menghadapi risiko penurunan hasil panen akibat pasokan air yang tidak stabil.


“Kalau air lancar, kami bisa bertani dengan tenang,” ungkap salah seorang warga dalam musyawarah tersebut. Kalimat sederhana itu mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap hadirnya infrastruktur air yang lebih memadai dan berkelanjutan.


Tak hanya berdampak pada pertanian, persoalan air juga menyentuh kehidupan rumah tangga warga. Sejumlah keluarga masih harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan sanitasi. Kondisi ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat desa.


Melalui sistem pipanisasi yang terencana, distribusi air diharapkan menjadi lebih efisien dan merata. Selain mengurangi kehilangan air secara alami, jaringan pipa juga diyakini mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun tanpa merusak keseimbangan lingkungan.


Para peserta Musrenbangdes sepakat bahwa pipanisasi bukanlah program sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan desa. Infrastruktur air dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas warga, serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa.


Melalui Musrenbangdes Parsalakan ini, masyarakat berharap suara mereka dapat didengar hingga ke tingkat kecamatan dan kabupaten. Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, program pipanisasi tersebut diyakini mampu menjadi langkah nyata menuju desa yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera—dimulai dari aliran air yang menghidupi setiap sudut Parsalakan. (PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: