POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN-Sebagai respons terhadap bencana banjir bandang yang melanda wilayah Tolang, Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam–Forum Himpunan Alumni Teknologi (MD KAHMI–FORHATI) Kabupaten Tapanuli Selatan kembali melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 26 Desember 2025 tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi sosial pascabencana yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan ketahanan masyarakat terdampak.
Dalam perspektif sosiologis, bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu gangguan struktural pada aspek sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat. Kondisi ini meningkatkan tingkat kerentanan kelompok terdampak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan rasa aman. Oleh karena itu, distribusi bantuan sembako menjadi bentuk intervensi awal yang strategis guna menjaga stabilitas sosial serta mencegah krisis lanjutan akibat tekanan hidup pascabencana.
MD KAHMI–FORHATI Tapanuli Selatan memaknai kegiatan ini sebagai praktik solidaritas sosial berbasis empati dan nilai-nilai kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan bersumber dari partisipasi kolektif para donatur yang secara moral turut merasakan duka atas musibah tersebut. Pola partisipasi ini mencerminkan prinsip filantropi sosial, di mana masyarakat sipil berperan aktif dalam memperkuat jaringan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Meskipun bantuan yang diberikan bersifat terbatas, secara psikososial kegiatan ini memiliki makna yang signifikan. Kehadiran langsung relawan dan organisasi sosial di tengah masyarakat terdampak mampu menghadirkan rasa diperhatikan, mengurangi perasaan terisolasi, serta membangun kembali kepercayaan sosial yang kerap terganggu akibat bencana. Dampak psikologis positif ini menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan jangka menengah dan panjang.
Ketua MD KAHMI Tapanuli Selatan, Sawal Pane, SE., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai penyaluran bantuan material, melainkan juga sebagai penguatan moral dan spiritual masyarakat. Menurutnya, doa, kepedulian, dan kebersamaan merupakan modal sosial yang sangat berharga dalam membantu korban bencana bangkit dari rasa kehilangan dan ketidakpastian.
Dari sudut pandang psikologi bencana, dukungan sosial terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan resiliensi individu maupun komunitas. Pesan ketabahan, optimisme, dan nilai spiritual yang disampaikan dalam kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat daya lenting masyarakat Tolang untuk menghadapi masa pemulihan, sekaligus menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
MD KAHMI–FORHATI Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam dinamika sosial kemasyarakatan, khususnya dalam situasi krisis. Keterlibatan aktif organisasi kemasyarakatan dalam penanggulangan bencana menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat sipil, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun sistem penanganan bencana yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada ketangguhan sosial.
Melalui semangat “bangkitlah bangsaku” dan “semangat saudaraku”, kegiatan ini menjadi simbol optimisme kolektif bahwa dari setiap musibah akan lahir pembelajaran, penguatan karakter sosial, serta ketahanan masyarakat yang lebih kokoh di masa mendatang.
(PS/BERMAWI)
