POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Di tengah kegelisahan warga yang hidup berdampingan dengan ancaman tanah retak, secercah harapan hadir dari kepedulian sesama. Keluarga Besar Yayasan Bina Insani Sialogo menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana di Posko Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (10/1/2026).
Kehadiran mereka menjadi penguat moral bagi warga yang tengah berjuang mempertahankan kehidupan di tengah keterbatasan.
Desa Tandihat, yang secara geografis berada di kawasan tanah labil, belakangan mengalami fenomena tanah retak akibat curah hujan tinggi dan kondisi struktur tanah yang rapuh. Retakan tanah tersebut tidak hanya mengancam keselamatan fisik warga, tetapi juga mengguncang stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sejumlah warga terpaksa membatasi aktivitas harian mereka, bahkan hidup dalam kecemasan akan kemungkinan bencana susulan.
Dalam suasana itulah bantuan sembako dari Yayasan Bina Insani Sialogo hadir sebagai bentuk empati dan solidaritas. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya keluarga yang mata pencahariannya terganggu akibat kondisi bencana. Lebih dari sekadar paket bahan pokok, bantuan tersebut membawa pesan bahwa warga Tandihat tidak sendiri menghadapi cobaan ini.
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan seluruh unsur keluarga besar Yayasan Bina Insani Sialogo, mulai dari pengurus yayasan hingga satuan pendidikan seperti SDIT dan TKIT Bina Insani Sialogo. Kehadiran para pendidik dalam aksi sosial ini menjadi teladan nyata bagi peserta didik tentang arti kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial yang tumbuh dari nilai-nilai kemanusiaan.
Pimpinan Yayasan Bina Insani Sialogo, Ustaz Muhammad Ridwan Rambe, S.Pd., menegaskan bahwa aksi berbagi ini merupakan bagian dari komitmen moral lembaga pendidikan Islam. “Pendidikan sejatinya tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga melembutkan hati. Ketika masyarakat tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan berbagi,” ujarnya dengan penuh keprihatinan.
Bagi warga Desa Tandihat, kunjungan dan bantuan tersebut menjadi penguat psikologis di tengah situasi sulit. Interaksi hangat, sapaan sederhana, dan perhatian tulus yang diberikan relawan menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Bina Insani Sialogo menegaskan perannya sebagai bagian dari masyarakat yang siap hadir dalam situasi darurat kemanusiaan. Diharapkan, semangat berbagi dan kolaborasi lintas elemen ini dapat terus terjaga, menjadi energi kolektif dalam membangun ketangguhan sosial serta menumbuhkan harapan di tengah bencana.
(PS/BERMAWI)
