![]() |
| Dokumen Istimewa |
POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE -- Pemerintah Kota Lhokseumawe memperingati Isra Mi'raj sebagai momentum mengenang perjalanan yang sangat agung Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Mesjid Agung Islamic Center Kota Lhokseumawe dengan penceramah kondang Tgk. Nasruddin Abdullah, S.Hi, MA Pimpinan Dayah Riyadhatul Qulub Peunteut, Jum’at malam 16 Januari 2026.
Hadir dalam acara akbar tersebut Wakil Walikota Lhokseumawe Husaini, SE para Asisten, Unsur Forkopimda, Kepala Dinas, para Camat, para Kabag, ASN, PPPK serta masyarakat dan tokoh masyarakat kota Lhokseumawe berlangsung sangat khidmat dan lancar.
Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe Sufri S.Ag, M.M dalam laporannya mengatakan Peringati Isra Mi'raj merupakan agenda tahunan yang selalu dilakukan oleh Pemko Lhokseumawe, untuk mengambil hikmah begitu agungnya perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan naik ke Sidratul Muntaha menghadap Allah SWT, untuk menerima langsung perintah sholat lima waktu dalam sehari semalam.
Disamping itu, Sufri juga menyampaikan ribuan terima kasih kepada bapak Walikota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar SH.MH, Wakil Walikota Lhokseumawe bapak Husaini SE, atas atensi penuh maksimal untuk lancarnya kegiatan Peringati Isra" Mi"raj Nabi Muhammad SAW untuk dapat kita petik hikmah bahwa begitu utama dan prioritas perintah sholat lima waktu yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apapun, sebut Kadis Syariat Islam.
Peringatan Isra" Mi'raj bagian dari pendidikan yang sangat sakral untuk diketahui dan dilaksanakan oleh semua elemen masyarakat, terutama untuk anak-anak kita yang masih usia menuntut ilmu. Pemahaman tentang makna sejati yang terkandung dalam momentum Isra ' Mi'raj manusia yang paling agung yaitu Nabi Muhammad SAW, terang Sufri alumni IAIN Ar-Raniry Banda Aceh.
![]() |
| Dokumen Istimewa |
Sementara itu Wakil Walikota Lhokseumawe Husaini, SE dalam sambutannya mengatakan Isra Mi'raj merupakan kegiatan yang utama harus dilaksanakan untuk mengambil pendidikan Islam, yaitu tentang perintah sholat bagi umat muslim di seluruh dunia.
Begitu juga harap Wakil Walikota Husaini, generasi penerus kita di Lhokseumawe harus secara detail mengetahui makna dari momentum Peringatan Isra Mi'raj setiap tanggal 27 Rakjab. Sehingga basis dasar bagi anak-anak kita adalah ilmu tentang melaksanakan sholat. Sebab apapun kesibukan ketika panggilan azan berkumandang tinggalkan semua kegiatan, dan segera menuju mesjid untuk lakukan sholat.
Sementara itu, Tgk. Nasruddin Abdullah, S.Hi, MA Pimpinan Dayah Riyadhatul Qulub Peunteut, yang menjadi penceramah malam Isra Mi'raj mengatakan Peristiwa Isra Mi'raj menjadi peringatan bagi umat Islam untuk senantiasa menjalankan shalat dengan penuh kesadaran dan ketulusan.
Melalui shalat, umat Islam dapat memperkuat hubungannya dengan Allah SWT, mencari ketenangan batin, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Aby Nas juga mengajak para jamaah agar menjadikan momentum Isra' Mi'raj sebagai bahan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, bahwa kita tahu dalam perjalanan Isra Mi'raj ini mengisahkan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam.
Peristiwa ini merupakan peristiwa penting bagi umat Islam karena pada saat yang sama beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.
Isra Mi'raj merupakan momen penuh makna yang diceritakan dalam Al-Qur'an, salah satunya pada surat Al-Isra ayat 1:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Perjalanan Luar Biasa Nabi Muhammad SAW
Peristiwa Isra Mi'raj dimulai dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, yang ditempuh oleh Nabi Muhammad dengan mengendarai Buraq, makhluk yang sangat cepat. Dalam perjalanan menuju Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad bertemu dengan para nabi sebelumnya, termasuk Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi lainnya, sebut Abi Nas
Puncak dari perjalanan ini adalah saat Nabi Muhammad menerima perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu, yang kemudian menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam.

