Ketua MD Kahmi Tapsel Sawal Pane SE.M.Si
POSKOTASUMATERA.COM–PADANGSIDIMPUAN — Suasana penuh kebanggaan dan harapan menyelimuti peringatan Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di usia yang hampir delapan dekade, organisasi mahasiswa ini tidak sekadar merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen pengabdian bagi umat dan bangsa.
Sejak berdiri pada 5 Februari 1947, HMI telah menjadi rumah pembinaan bagi ribuan mahasiswa yang mencari makna perjuangan, ilmu, dan pengabdian. Bagi banyak kader, HMI bukan hanya organisasi, melainkan ruang belajar kehidupan yang menanamkan nilai kepemimpinan, solidaritas, dan kepekaan sosial. Di berbagai daerah, termasuk Tapanuli Selatan, semangat itu terus hidup dari generasi ke generasi.
Ketua MD KAHMI Tapanuli Selatan, Sawal Pane, SE., M.Si, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kontribusi panjang HMI dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, tidak sedikit tokoh bangsa lahir dari rahim organisasi ini, menapaki jalan pengabdian sebagai akademisi, birokrat, politisi, hingga aktivis sosial. “HMI telah membuktikan diri sebagai kawah candradimuka yang menempa generasi muda menjadi pemimpin berintegritas,” ujarnya.
Lebih dari sekadar catatan sejarah, keberlanjutan HMI selama 79 tahun mencerminkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Dari era perjuangan kemerdekaan, reformasi, hingga revolusi digital, HMI tetap hadir sebagai ruang dialog intelektual dan gerakan sosial yang relevan. Nilai keislaman yang moderat dan semangat kebangsaan yang inklusif menjadi benang merah yang menjaga arah perjuangan organisasi.
Di tengah arus globalisasi dan transformasi teknologi, tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks. Sawal Pane menekankan pentingnya peningkatan kapasitas intelektual, literasi digital, dan kepedulian sosial bagi kader HMI. Ia berharap kader mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan masyarakat.
Momentum milad ini juga menjadi ruang refleksi bagi alumni melalui KAHMI untuk terus bersinergi dengan kader aktif. Kolaborasi lintas generasi dinilai penting dalam memperkuat jejaring sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah, khususnya Tapanuli Selatan. Harapannya, sinergi ini melahirkan program nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Dengan semangat “Yakusa – Yakin Usaha Sampai”, Milad ke-79 HMI menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Harapan besar tertumpu pada kader dan alumni untuk terus melahirkan insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Di usia ke-79, HMI kembali menyalakan obor pengabdian—untuk hari ini, dan masa depan negeri.(PS/BERMAWI)
