Dari Teori ke Ladang: Siswa SMKN 1 Muara Batangtoru Siapkan Budidaya Bengkuang untuk UKK

/ Rabu, 04 Februari 2026 / 16.34.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Pagi yang cerah di lahan praktik SMKN 1 Muara Batangtoru dipenuhi semangat para siswa yang bersiap menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Dengan cangkul di tangan dan topi pelindung dari terik matahari, mereka memulai tahapan penting: mengolah tanah untuk budidaya bengkuang. Suasana belajar terasa berbeda—kelas kini berpindah ke hamparan tanah yang kelak menjadi ladang pembelajaran sekaligus harapan.


Kegiatan ini bukan sekadar praktik biasa. Setiap langkah dilakukan dengan perencanaan matang dan pendekatan ilmiah, mulai dari penjetoran lahan, pengukuran area tanam, hingga pembuatan bedengan. Para siswa bekerja berkelompok, saling berbagi tugas dan pengalaman. Tawa, diskusi, dan rasa ingin tahu berpadu, menghadirkan pembelajaran yang hidup dan penuh makna.


Kepala SMKN 1 Muara Batangtoru, Dr. Siti Masitoh Sinaga, menegaskan bahwa UKK menjadi momen penting untuk menjembatani teori dan praktik. Menurutnya, pengolahan lahan bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi proses memahami ilmu agronomi secara nyata. “Di sinilah siswa belajar bahwa setiap tahap memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan panen,” ujarnya.


Penjetoran lahan dilakukan dengan penuh ketelitian. Tanah yang semula padat perlahan menjadi gembur, memungkinkan akar tanaman kelak tumbuh lebih leluasa. Para siswa belajar bahwa tanah bukan sekadar media tanam, melainkan ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya. Dari kegiatan ini, mereka memahami bagaimana struktur tanah memengaruhi kehidupan tanaman.


Setelah itu, pengukuran lahan dilakukan secara presisi. Dengan alat ukur sederhana, siswa memastikan tata letak tanaman tersusun rapi dan efisien. Kegiatan ini melatih ketelitian sekaligus kerja sama tim. Tak sedikit siswa yang mengaku bangga karena dapat mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari di kelas.Pembuatan bedengan menjadi tahap yang paling menantang sekaligus menyenangkan. Tanah disusun membentuk barisan rapi untuk menjaga drainase dan mencegah genangan air. Di tengah aktivitas tersebut, para siswa tampak semakin percaya diri. 


Mereka menyadari bahwa proses panjang ini akan berujung pada penanaman bengkuang—komoditas yang dipilih karena bernilai ekonomi dan cocok dengan kondisi tanah setempat. Melalui kegiatan UKK ini, SMKN 1 Muara Batangtoru tidak hanya menyiapkan siswa menghadapi ujian, tetapi juga menanamkan kecintaan pada dunia pertanian. Dari teori di ruang kelas hingga praktik di ladang, para siswa belajar bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap berinovasi. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: