Hujan Deras, Akses Jalan Desa Batu Nagodang Siatas Pada Jembatan Sementara Aek Sipoti Kembali Putus, Pemkab Tanggap Cepat

/ Rabu, 04 Februari 2026 / 17.53.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Hujan deras mengguyur Kecamatan Onan Ganjang pada Selasa, 3 Februari 2026, mengakibatkan kembali terputusnya akses jalan menuju Desa Batu Nagodang Siatas, khususnya di area Jembatan Sementara Aek Sipoti. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bergerak cepat. 

Pada Rabu, 4 Februari 2026, Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Reinward Marpaung dan sejumlah staf turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan. Turut juga dalam kunjungan lapangan tersebut Anggota DPRD Kab. Humbang Hasundutan Rustam Marbun.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Humbahas langsung mengerahkan satu unit excavator guna melakukan penanganan darurat pada badan jalan yang terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai upaya sementara agar akses jalan dapat segera kembali dilalui masyarakat, sebelum dilaksanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) secara permanen.

Tanggapan Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Christison R. Marbun, saat dihubungi Media Poskotasumatera, melalui sambungan selulernya menyampaikan, bahwa kejadian terputusnya akses jalan di Jembatan Sementara Aek Sipoti akibat hujan deras menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Menurut Sekda, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga berkomitmen kuat menghadirkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan. “Setiap kejadian bencana, sekecil apa pun, adalah tanggung jawab pemerintah. Kami hadir bukan sekadar melihat, tetapi memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa gerak cepat Pemkab Humbahas merupakan bentuk nyata dari tata kelola pemerintahan yang responsif dan berpihak pada rakyat. “Begitu laporan masuk, kami langsung menurunkan jajaran teknis dan alat berat. Ini adalah bukti bahwa Pemkab Humbahas tidak bekerja di balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujar Christison R. Marbun.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang direncanakan pada bulan Maret mendatang merupakan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur, khususnya di wilayah rawan bencana.

“Penanganan darurat hanya bersifat sementara. Untuk itu, kami sudah menyiapkan langkah permanen melalui pembangunan TPT dengan pendanaan Belanja Tidak Terduga. Semua dilakukan sesuai mekanisme dan aturan agar hasilnya optimal dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Sekda Humbahas juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan DPRD dalam penanganan kejadian tersebut.

“Gotong royong dan kebersamaan adalah kekuatan kita. Dengan dukungan semua pihak, saya yakin persoalan ini dapat segera teratasi dan ke depan kita akan membangun infrastruktur yang lebih kuat dan aman,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Sekda menegaskan bahwa Pemkab Humbahas akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons dalam menghadapi bencana alam.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga marwah Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai pemerintah yang hadir, bekerja nyata, dan selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Penanganan darurat ini dilaksanakan secara gotong royong antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Desa setempat. Diperkirakan, pada sore hari akses jalan sudah dapat kembali dilalui oleh masyarakat.

Sementara itu, pembangunan TPT sebagai solusi permanen direncanakan akan dimulai pada bulan Maret mendatang. Kegiatan ini akan didanai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan mekanisme pergeseran anggaran. (PS/B.Nababan) 

Komentar Anda

Terkini: