Menjemput Ramadhan dengan Perbaikan Diri, Isra Mi’raj SMKN 1 Marancar Berlangsung Khidmat

/ Selasa, 10 Februari 2026 / 19.59.00 WIB




POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL – Suasana haru dan penuh ketenangan menyelimuti Gedung Serba Guna SMKN 1 Marancar, Selasa (10/2/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari pengeras suara seolah menjadi pembuka jalan bagi hati para siswa, guru, dan tamu undangan untuk memasuki ruang refleksi spiritual dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyambutan Ramadhan 1447 Hijriah.


Kegiatan bertema “Isra Mi’raj Momentum Perbaikan Diri Menuju Ramadhan yang Lebih Bermakna” ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bagi warga sekolah, momen tersebut menjadi ruang perenungan bersama tentang perjalanan iman, kedisiplinan ibadah, serta harapan menjadi pribadi yang lebih baik menjelang bulan suci.


Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Aryton Fetra yang diiringi sari tilawah Amanda Aisyah. Suasana mendadak hening; beberapa siswa tampak menundukkan kepala, larut dalam makna ayat yang dilantunkan. Bagi banyak peserta, momen itu menjadi pengingat sederhana bahwa di tengah kesibukan belajar, selalu ada ruang untuk kembali menata hati.


Ketua Komite Sekolah, Samsuddin Pohan, dalam sambutannya menekankan pentingnya kebersamaan dalam mendidik generasi muda. Ia menyebut pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri di ruang kelas. “Sekolah, orang tua, dan masyarakat harus berjalan seiring. Momentum keagamaan seperti ini menjadi jembatan yang memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.


Kemeriahan acara semakin terasa saat siswa kelas XII ATP 2 menampilkan hiburan bernuansa islami. Senyum bangga tampak dari para guru ketika melihat kreativitas siswa yang memadukan seni dan pesan moral. Momen ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi bukan hanya tentang keterampilan kerja, tetapi juga tentang menumbuhkan jiwa seni, empati, dan nilai spiritual.


Tiga siswi, Amanda Aisyah, Mutia Wulandari, dan Afni Ritonga, mewakili suara generasi muda dalam pidato refleksi. Dengan penuh percaya diri, mereka mengajak teman-temannya menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki disiplin, kejujuran, dan semangat belajar. Tepuk tangan meriah dari hadirin menjadi tanda bahwa pesan sederhana itu menyentuh banyak hati.


Kepala SMKN 1 Marancar, Afwan Tarihoran, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki peran besar dalam membentuk generasi religius dan berdaya saing. Ia berharap peringatan Isra’ Mi’raj menjadi titik awal peningkatan kualitas ibadah dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. “Ramadhan harus kita sambut sebagai periode pembelajaran spiritual yang berdampak pada perilaku sehari-hari,” tuturnya.


Puncak tausiyah disampaikan Al-Ustadz Ilham Dani Siregar, S.HI., M.Ag., yang mengajak peserta memaknai Isra’ Mi’raj sebagai simbol perjalanan manusia menuju peningkatan iman dan disiplin ibadah, terutama melalui shalat. Pesan tersebut menutup rangkaian kegiatan dengan harapan sederhana namun mendalam: agar setiap langkah menuju Ramadhan diiringi tekad memperbaiki diri.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah, Komite Sekolah, tenaga pengajar, staf tata usaha, serta seluruh siswa. Peringatan ini menjadi bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah pembentukan karakter—tempat generasi muda belajar menyiapkan hati untuk menyambut Ramadhan dengan lebih bermakna.(PS/BERMAWI)






Komentar Anda

Terkini: